Categories: FEATURES

Ungkap 14 Kasus Termasuk Sindikat dari Palu, 20 Tersangka Diamankan

Pendekatan War on Drugs for Humanity menempatkan dua prinsip utama secara seimbang.
Negara hadir tegas dan tanpa kompromi terhadap bandar serta jaringan peredaran narkotika. Namun pada saat yang sama, negara tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM) melalui rehabilitasi dan pemulihan bagi para penyalahguna.

Kepala BNN Papua, Brigjen Pol Anang Triwidiandoko, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 BNNP Papua mencatat berbagai capaian strategis dalam pelaksanaan P4GN. Di bidang pemberantasan, melalui operasi terpadu dan penguatan intelijen, BNNP Papua bersama aparat penegak hukum berhasil mengungkap 14 kasus tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, termasuk jaringan sindikat yang berasal dari Palu. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 20 tersangka berhasil diamankan.

“Barang bukti yang disita pun tidak sedikit, meliputi sabu seberat 146,25 gram, ganja 9.332,59 gram, serta 5.309 biji ganja. Ini menunjukkan bahwa Papua masih rawan dimanfaatkan jaringan narkotika, namun sekaligus menegaskan keseriusan negara dalam menutup ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika,” ujar Anang saat rilis akhir tahun di Kantor BNNP Papua, Rabu (31/12).

Selain penindakan, Bidang Pemberantasan BNNP Papua juga aktif melaksanakan asesmen terpadu bersama Kejaksaan dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua. Dari target 18 orang, asesmen berhasil direalisasikan terhadap 37 orang sepanjang 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan hukum dan rehabilitasi berjalan secara adil, proporsional, dan tepat sasaran.

Tahun 2025 juga menjadi tonggak penting sinergi antarlembaga. Untuk pertama kalinya, BNN bersinergi dengan Polri dan TNI melaksanakan Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian publik adalah Kampung Argapura, yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan “Vietnam”.

“Penindakan di wilayah tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai operasi hukum, tetapi sebagai simbol kehadiran nyata negara dalam memulihkan wilayah yang telah lama terpapar narkoba,” tegas Anang.

Di sisi lain, BNNP Papua terus memperkuat upaya pencegahan dengan pendekatan yang menyentuh akar persoalan. Melalui advokasi, informasi, dan edukasi, BNN mendorong peningkatan kesadaran publik akan bahaya narkoba sekaligus transformasi pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

1 day ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

1 day ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

1 day ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

1 day ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

1 day ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

1 day ago