Categories: FEATURES

Masih Bebas dari Penyakit Menular, Stok Sapi Aman Untuk Idul Adha

Mencermati Upaya Antisipasi Penyebaran Penyakit Hewan Menular di Papua

Belakangan ini, penyakit hewan menular menjadi perhatian khusus dari instansi terkait di Provinsi maupuan kabupaten/kota di Papua. Hal ini tidak terlepas, agar penyakit itu tidak menyebar dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar di tengah masyarakat. Lantas sejauh mana perkembangan dan upaya antisipasinya?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan memastikan wilayah Papua masih terbebas dari Virus penyakit menular pada peternakan seperti, African Swine Fever (ASF), Rabies, dan Antrax.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua MP Koibur  mengaku pihaknya masih melakukan pencegahan-pencegahan terhadap peternakan maupun daging-daging yang masuk ke wilayah Papua, terutama dari daerah yang terjangkit dengan virus.

   Terkait demam Babi atau disebut African Swine Fever (ASF), Koibur sampaikan pihaknya terus melakukan surveilans di lapangan, terutama di daerah yang terkena virus tersebut.

“Khusus untuk ASF, demam Babi Afrika, itu sampai saat ini terus kami lakukan Surveilans dan hasilnya kita lakukan pemeriksaan dan kami sementara telah  tugaskan dokter hewan untuk terus memantau situasi di lapangan untuk ASF,” kata Koibur kepada Cenderawasih Pos, Senin (29/4) pagi.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua MP Koibur (foto: Jimi/cepos)

   Ia berharap virus ASF yang sempat merebak di Kabupaten Mimika ini tidak menyebar ke seluruh wilayah Papua. Terkait penyakit Rabies, Koibur sampaikan pemerintah telah membuat Peraturan Daerah No.4 Tahun 2006, tentang larangan masukan hewan  pembawa penyakit Rabies.

   “Itu yang menjadi dasar selama ini, kita lakukan pengawasan dan kerja kita kolaborasi dengan teman-teman di Balai Karantina mereka menjaga di pintu masuk Pelabuhan maupun Bandara,” jelasnya.

   “Sampai saat ini kita tetap pakai aturan itu, menjaga wilayah Papua bebas dari Rabies,” tambahnya.

    Jadi, tegas Koibur, Hewan Anjing, Kucing dan Kera juga termasuk hewan pembawa Rabies, dilarang dibawa dari luar masuk ke Papua.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

5 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

6 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

8 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

9 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

10 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

11 hours ago