Categories: FEATURES

Jika Semua Pihak di Uncen Tidak Berdusta, maka BLU Akan Terwujud

Dari Diskusi Publik yang Digelar FKIP Uncen

Dalam rangka menyongsong Dies Natalis Uncen ke-62,  FKIP Uncen  menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema “Harmoni Sosial Budaya dan IPTEKS Universitas Cenderawasih menuju BLU Unggul”. Diskusi ini menghadirkan sejumlah guru besar yang dimiliki FKIP Uncen. Lantas apa saja yang diharapkan dari diskusi yang digelar di Aula FKIP Rabu (30/10) kemarin ini?

Laporan-Karolus Daot-Jayapura.

Saat ini Uncen bakal  memasuki usia ke 62 tahun. Pada usianya yang sudah dewasa ini, peran dan kontirbusinya untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul untuk membangun bangsa dan negara Indonesia, khususnya untuk tanah Papua, mungkin tak lagi dapat dihitung.

   Dalam perkembangannya, pemerintah memberi ruang agar Perguruan Tinggi tertua di Bumi Cendrawasih ini diberi ruang untuk mandiri. Sehingga pada tanggal 22 Mei tahun 2023 lalu Uncen pun telah beralih status dari Pendidikan Tinggi Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Itu artinya Uncen dan pengelolaan pendidikan tingginya sudah semi swasta.

   Misalkan dari segi pengelolaan keuangan, jika dahulunya masih bergantung kepada pemerintah, namun kini sudah mandiri, demikian pula dalam tata kelola akademiknya.

Saat ini, Uncen sudah memiliki 9 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana. Meliputi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH).

Peserta Diskusi Publik “Harmoni Sosial Budaya dan IPTEKS Universitas Cenderawasih menuju BLU Unggul” di Aula FKIP Uncen, Rabu (30/10)

   Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) ditambah satu Program Pascasarjana.

   Dekan FKIP, Dr. Yan Dirk Wabiser, mengatakan berdirinya Uncen merupakan bukti sejarah pemerintah Indonesia serius membangun Papua melalui pengembangan sumber daya manusia.

  “Saat ini kita dapat melihat bahwa begitu banyaknya alumni Uncen ada dimana-mana dan sudah banyak berkiprah baik di pemerintahan, swasta, kementerian dan Lembaga hingga menjadi akademisi dimana-mana,” ujarnya.

Momentum Dies Natalis saat ini, lanjut Dirk Wabiser,  memberikan kontribusi besar dan juga momen menghimpun alumni dan juga para sesepuh, serta para pensiunan yang sudah berjasa memberikan kontribusi besar dalam bentuk tenaga dan pikiran membangun Uncen.

  “Kita saksikan hari ini telah banyak dosen bergelar Doktor (S3) dan Profesor yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di tanah Papua,” tuturnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pesawat Dibakar, Pilot Ditembak, Pelaku Langsung Berpose

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…

1 day ago

Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…

1 day ago

Presiden Perlu Evaluasi Operasi Keamanan di Papua

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…

1 day ago

Singgung Demo Ditahan, Konvoi Bola Dibebaskan

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…

1 day ago

Okto Disebut Sebagai Wakil Komandan TPNPB-OPM

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…

1 day ago

Cetak Sawah Baru di Sota Masih Terkendala Penolakan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan,   secara…

2 days ago