“Di sini juga tidak ada listrik 24 jam, kami hanya menggunakan solar cell, jaringan internet juga terbatas hanya menggunakan jaringan BTS. Kadang kalau saya sakit ya urus diri sendiri, hidup di sini harus kuat,” tuturnya.
Meski tubuhnya tegap dan jiwanya kokoh, Neisen mengakui ada kalanya ia jenuh, ingin menyerah. Namun, bisikan hati kecilnya selalu mengingatkan bahwa ia adalah satu-satunya harapan bagi masyarakat Semografi. “Saya yakin tidak akan ada yang tahan kerja di atas dengan tantangan begitu berat,” katanya.
Salah satu warga Kampung Semografi Samuel mengaku sangat bersyukur mereka bisa memiliki Neisen di kampung mereka. Ia bertutur, Neisen bukan sekadar tenaga kesehatan. Tapi sebagai anak bagi masyarakat di Kampung Semografi.
“Kami sangat terbantu, karena paman Noval (sebutan Neisen) sudah bantu banyak masyarakat di kampung kami. Semoga paman terus bersama dengan kami, kalau bisa pemerintah juga bisa perhatikan paman,” pungkasnya.
Kisah Neisen adalah pengingat bahwa di balik kesunyian pedalaman, ada pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang, memastikan bahwa denyut kehidupan dan harapan kesehatan tetap menyala. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengonfirmasi penemuan barang bukti vital tersebut. Dari hasil pemeriksaan…
– Sebanyak 167 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2021 eks tenaga honorer atau K2…
Dua personel yang diberhentikan tidak dengan hormat tersebut yakni Iptu Mohamad Aris Dianto, SH dengan…
Alantino mengatakan, Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, budaya,…
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban selama menjalani masa…
Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, mengapresiasi para kepala OPD …