“Di sini juga tidak ada listrik 24 jam, kami hanya menggunakan solar cell, jaringan internet juga terbatas hanya menggunakan jaringan BTS. Kadang kalau saya sakit ya urus diri sendiri, hidup di sini harus kuat,” tuturnya.
Meski tubuhnya tegap dan jiwanya kokoh, Neisen mengakui ada kalanya ia jenuh, ingin menyerah. Namun, bisikan hati kecilnya selalu mengingatkan bahwa ia adalah satu-satunya harapan bagi masyarakat Semografi. “Saya yakin tidak akan ada yang tahan kerja di atas dengan tantangan begitu berat,” katanya.
Salah satu warga Kampung Semografi Samuel mengaku sangat bersyukur mereka bisa memiliki Neisen di kampung mereka. Ia bertutur, Neisen bukan sekadar tenaga kesehatan. Tapi sebagai anak bagi masyarakat di Kampung Semografi.
“Kami sangat terbantu, karena paman Noval (sebutan Neisen) sudah bantu banyak masyarakat di kampung kami. Semoga paman terus bersama dengan kami, kalau bisa pemerintah juga bisa perhatikan paman,” pungkasnya.
Kisah Neisen adalah pengingat bahwa di balik kesunyian pedalaman, ada pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang, memastikan bahwa denyut kehidupan dan harapan kesehatan tetap menyala. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
“Hari Raya Iduladha adalah momentum kebersamaan bersama saudara-saudara kita umat Muslim. Pemerintah Kota Jayapura membantu…
Program yang digelar setiap Senin usai apel pagi itu menjadi wadah terbuka bagi warga untuk…
Wakil Wali Kota Rustan Saru memastikan proses pembangunan fisik SMA Negeri 8 Jayapura masih belum…
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Jayapura terus mengintensifkan skrining kesehatan bagi siswa di…
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Papua Jayapura Sirta Mustakiem menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah,…
Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate, mengungkapkan bahwa kekayaan bahasa di Papua secara…