Categories: FEATURES

Ketergantungan Masyarakat Adat Terhadap Hutan Terancam Akibat Perubahan Iklim

Pembukaan lahan dan perubahan iklim dapat menimbulkan tantangan serius bagi masyarakat adat di Yenggu Lama yang masih bergantung pada alam untuk pangan, ekonomi, dan budaya. Ketahanan pangan lokal, seperti produksi sagu, ubi, berbagai jenis sayuran dan buah, sumber protein terancam oleh perubahan pola cuaca yang mengganggu siklus tanam.

Selain itu, masalah sosial seperti tingginya kasus gizi buruk di Distrik Nimboran dan prevalensi stunting sebesar 13,3% di Kabupaten Jayapura pada tahun 2024 memperlihatkan betapa pentingnya keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan yang kuat.

Perubahan iklim mempengaruhi produktivitas pertanian, memperburuk kondisi gizi dan kesehatan masyarakat yang sudah rentan.

Upaya intervensi ini membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pemberdayaan, edukasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaansumberdaya alamdanlahan.

Rentetan persoalan yang timbul bukan saja sekedar permasalahan tumpang tindih perizinan pengelolaan hutan, tetapi lebih jauh dari itu yakni isu perubahan iklim yang belum dipahami oleh masyarakat secara mendalam.

Intervensi ini juga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ekologis dan sosial, sehingga masyarakat adat dapat lebih tangguh menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan. Informasi awal tentang kondisi kampung Yenggu Lama dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan dibutuhkan untuk pengambilan kebijakan pembangunan.

Studi Dampak Perubahan Iklim dengan metode SDGs melalui dukungan proyek NLGF VCA telah dilaksanakan oleh Yayasan Pengelolaan Alam Papua dimana kegiatan pengumpulan data berlangsung pada November 2024. Diseminasi hasil kajian SDGs akan dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, mempromosikan diversifikasi pangan lokal, dan menginisiasi langkah kolaboratif antara masyarakat adat, pemerintah, NGO, akademisi, dan komunitas lokal untuk solusi yang berkelanjutan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

1 day ago

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

1 day ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

1 day ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

1 day ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

1 day ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

1 day ago