

Berbagai jajanan yang dijual di Balistik Auri Sentani, Sabtu (25/6). Pada hari libur dan akhir pekan tempat jajanan ini ramai dikunjungi masyarakat.( FOTO: Imelda/Cepos)
JAYAPURA – Balistik Auri Sentani yang menjadi tempat para penjual jajanan di Kabupaten Sentani berkumpul menarik banyak pengunjung di akhir pekan dan hari libur. Seperti yang terlihat, Sabtu (25/6) kemarin banyak pengunjung yang menghabiskan waktunya sambil berbelanja jajanan dan banyak juga masyarakat yang habis liburan singgah ditempat jajanan ini.
Pipit Wijayanti, salah satu penjual jajanan di Balistik Auri yang menjual gado gado “Bude Ali” mengatakan, pendapatan perharinya dapat mencapai Rp 700 ribu dan pendapatan di hari liburnya meningkat bisa mencapai Rp 900 ribu – 1 juta.
“Orang yang biasa datang itu orang yang jalan-jalan ke bukit Teletubbies dari Jayapura, dari Kotaraja dari Abe cari gado-gado. Mereka singgah kalau lapar. Disini kan semuanya ada. Ada kelapa muda, ada rujak, bakso, es buah dan berbagai jajanan buah segar,” Jelasnya.
Pusat jajanan Balistik yang berada di ujung tembok Auri Distrik Sentani Kabupaten Jayapura memang menjual berbagai jenis jajanan. Seperti, es kelapa muda, rujak, gado gado, bakso, es buah, es krim, es cendol, dan lain lain.
Yudi, salah satu penjual bakso di tempat tersebut mengatakan pendapatan hari biasa dan hari libur sangat jauh berbeda. Dia juga mengatakan semua penjual jajanan di Balistik mulai menempati tempat tersebut sejak banjir bandang 2019 yang lalu hingga sekarang. (CR -268/gin)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…