Categories: EKONOMI BISNIS

Pertamina: Kekosongan BBM di SPBU Seharusnya Tidak Ada

Lakukan Investivigasi BBM Tidak Sesuai Peruntukannya

JAYAPURA-Kosongnya bahan bakar pertalite dan solar di SPBU Jayapura terus menjadi perhatian Pertamina MOR Papua -Maluku. Karena sejatinya Pertamina telah berusaha untuk mencukupi semua kebutuhan bahan bakar khususnya solar dan pertalite di SPBU yang banyak dibeli pengendara.

Namun sayangnya diduga masih ada oknum operator SPBU yang menyalurkan tidak sesuai ketentuan dan juga ada oknum masyarakat yang sengaja menimbun pertalite dan solar dengan membeli banyak di semua SPBU.

“Untuk penyaluran bahan bakar di SPBU Jayapura sudah berjalan normal sesuai dengan kuota BPH, pengawasan juga terus dilakukan berkoordinasi antara Pertamina, Polres, Polda dan Pemda setempat. Bila ada penyaluran tidak sesuai ketentuan akan diberikan pembinaan seperti yang telah kami laukan dibeberapa SPBU pada awal tahun, tapi sekarang terjadi lagi ada kekosongan pertalite dan solar di SPBU sehingga kami akan lakukan pengawasan lebih ketat lagi kepada operator SPBU jangan sampai ada penyaluran pertalite dan solar tidak sesuai aturan,”ungkap Sales Branch Manager I Pertamina Papua  Andi Reza, Jumat (25/3)kemarin.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk membantu mengawasi jika ada pembelian BBM di SPBU secara tidak wajar karena harusnya stok BBM bisa terpenuhi dengan baik.

“Kuota pertalite dan solar khususnya di akhir pekan sudah di drop Pertamina doubel untuk stok hari Minggu juga, namun hal yang terjadi di lapangan lain karena pada hari Sabtu sore dan Minggu pagi pertalite dan solar sudah habis, tentunya ini harus dilakukan kroscek bagi SPBU tersebut apakah dijual sesuai dengan aturan atau tidak,”ujarnya.

Untuk itu, Pertamina saat ini juga sedang melakukan investigasi karena secara penyaluran Pertamina juga menyalurkan secara normal tidak mengurangi kuota, dan pihaknya juga fokus SPBU tetap beroperasi yang artinya selain SPBU menyediakan pertalite, solar, SPBU juga menyediakan Pertamax dan Dexlite.

Ditegaskan juga mengacu dari temuan Pertamina pada awal Tahun 2022 pada penyaluran BBM di SPBU ada yang tidak sebagaimana mestinya sehingga SPBU ini harus diberikan pembinaan.

Selain itu, jika memang kuota BBM perlu ditambah memang diperlukan koordinasi dari pihak Pemprov Papua apabila memang dirasa kuotanya tidak mencukupi Pemprov bisa menyurat ke BPH Migas karena Pertamina sifatnya operator.(dil/gin)

newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

3 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

4 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

5 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

7 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

8 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

9 hours ago