

Terlihat eks Pasar Ampera yang sepi pembeli, Selasa (25/7) kemarin. (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA-Turunnya daya beli masyarakat tidak hanya dirasakan pengusaha elektronik, ritel dan pedagang di pasar tradisional, tapi juga pedagang kaki lima (PKL) eks Pasar Ampera yang menjual berbagai kebutuhan seperti koper, baju, sandal dan kebutuhan lainnya.
Nina seorang penjual pakaian di Eks Pasar Ampera mengatakan, sampai dengan saat ini permintaan pakaian masih sepi. Permintaan didominasi pakaian seragam dan sepatu sekolah.
“Tetapi itu pun tidak sebanyak tahun-tahun lalu, sementara untuk permintaan lainnya memang saat ini lesu, kami kesulitan mencari pelanggan, “ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (25/7) kemarin.
Hal senada diungkapkan Adu, penjual koper bahwa permintaan koper tidak begitu banyak, paling dalam seminggu dirinya hanya mampu menjual 1-2 koper.
“Itu pun kalau ada pembeli, kadang seminggu kami tidak dapat menjual koper sama sekali, kalau kebutuhan tas sekolah ada hanya saja ramainya pada libur anak sekolah, sekarang sudah kembali sepi, ” terangnya. Biasanya permintaan akan meningkat pada saat momen Natalan atau persiapan masuk sekolah. (ana/ary)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…
Penunjukan Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…
Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…
Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…
Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…