Categories: EKONOMI BISNIS

Impor  Papua Turun, Papua Selatan  dan Papua Tengah Naik

JAYAPURA    Kepala BPS Papua,  Adriana H. Caroline  menjelaskan,  impor   Papua,  Papua Tengah  dan Papua Selatan ada yang mengalami peningkatan dan ada juga yang mengalami penurunan. “Impor Papua pada Agustus 2024 tercatat senilai US$ 209,41 ribu atau turun 83,41 persen bila dibandingkan dengan impor pada Juli 2024 yang senilai US$1.262,41 ribu,”ujarnya kepada  Cenderawasih  Pos,  dalam rilisnya  Sabtu  (21/9) kemarin.

Diakuinya,  Pada Agustus 2024, Impor Provinsi Papua berupa barang dari golongan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84) yang senilai US$63,40 ribu dan berasal dari golongan nonmigas lainnya senilai US$ 146,01 ribu .

Sementara  berdasarkan  negara  tujuan ada empat besar negara asal impor ke Papua adalah Australia senilai US$104,79 ribu (50,04%), Taiwan senilai US$36,74 ribu (17,55%), Jepang senilai US$21,98 ribu  (10,49%), dan Malaysia senilai US$21,50 ribu (10,26%).

Untuk Impor Papua Tengah pada Agustus 2024 tercatat senilai US$73,18 juta atau naik 229,44 persen dibanding impor pada Juli 2024 yang senilai US$22,21 juta.

“Menurut jenisnya, impor Papua Tengah pada Agustus 2024 berupa impor migas senilai US$18,53 juta dan impor nonmigas senilai US$54,64 juta,” terangnya.

Sementara  impor golongan nonmigas pada Agustus 2024 tercatat senilai US$54,64 juta atau naik 339,69 persen dibanding Juli 2024 yang senilai US$12,43 juta.

“Golongan barang nonmigas dengan impor terbesar, yaitu golongan barang dari besi dan baja (HS73) senilai US$39,33 juta; golongan mekanis serta bagiannya (HS84) senilai US$6,97 juta, golongan nonmigas lainnya senilai US$3,56 juta, dan golongan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) senilai US$1,79 juta,” terangnya.

Menurutnya, empat negara asal impor ke Papua Tengah Agustus 2024 berasal dari Amerika Serikat senilai US$39,06 juta (53,38 persen); Singapura senilai US18,53 juta (25,33 persen); Australia senilai US$10,70 juta (14,62 persen); dan Jerman senilai US$3,38 juta (4,48 persen). “Impor Papua Selatan pada Agustus 2024 tercatat senilai US$ 5.455 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang senilai US$ 81,” terangnya.

Jika dilihat dari jenisnya, Impor Papua Selatan pada bulan ini hanya berupa impor nonmigas senilai US$ 5.455 dan tidak terdapat impor migas.

“Barang yang diimpor pada Agustus 2024 adalah golongan barang biji minyak dan buah-buahan yang mengandung minyak; aneka biji-bijian, biji-bijian dan buah- buahan; tanaman industri atau obat; jerami dan pakan ternak (HS12) berupa bibit tebu yang akan digunakan untuk program Food Estate tebu di Papua Selatan senilai US$ 5.455.  Khusus untuk  negara asal,  Negara asal impor ke Papua Selatan adalah Australia,’’tandasnya. (ana/ary)

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago