Sementara itu Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur se Tanah Tabi, Anike Fonataba menyatakan bahwa kebutuhan dan produksi telur lokal saat ini sudah seimbang hingga surplus dan dengan meningkatnya produksi lokal, maka pihaknya meminta pemerintah membatasi atau mengendalikan telur dari luar. Agar usaha UMKM lokal bisa berputar.
“Lalu teman – teman distributor bisa join menjual telur lokal ketimbang telur yang didatangkan dari luar. Telur lokal pasti kualitas lebih baik dan ukuran juga beragam. Jadi tidak perlu ambil lagi dari luar malah bisa membantu UMKM lokal,” tambah Anike.
Iapun berharap DPRP bisa memfasilitasi ini sampai tuntas. Dari titik tata niaga sampai di ujung. “Kami produsen menghasilkan, distributor menjual jadi kami pikir akan sama – sama menguntungkan,”tandasnya. (ade/ary)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (LALA) dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura Semuel…
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan,…
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang…
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.…
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini…
Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa anak sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming…