Sementara itu Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur se Tanah Tabi, Anike Fonataba menyatakan bahwa kebutuhan dan produksi telur lokal saat ini sudah seimbang hingga surplus dan dengan meningkatnya produksi lokal, maka pihaknya meminta pemerintah membatasi atau mengendalikan telur dari luar. Agar usaha UMKM lokal bisa berputar.
“Lalu teman – teman distributor bisa join menjual telur lokal ketimbang telur yang didatangkan dari luar. Telur lokal pasti kualitas lebih baik dan ukuran juga beragam. Jadi tidak perlu ambil lagi dari luar malah bisa membantu UMKM lokal,” tambah Anike.
Iapun berharap DPRP bisa memfasilitasi ini sampai tuntas. Dari titik tata niaga sampai di ujung. “Kami produsen menghasilkan, distributor menjual jadi kami pikir akan sama – sama menguntungkan,”tandasnya. (ade/ary)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…
Dia menjelaskan pihaknya berharap fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…