Categories: EKONOMI BISNIS

Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Kekhawatiran Kurangnya Permintaan

JAKARTA– Harga minyak dunia melemah pada hari ini, Senin (13/11), dipicu kekhawatiran atas berkurangnya permintaan di Amerika Serikat dan Tiongkok. Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Januari turun 35 sen atau 0,4 persen menjadi USD 81,08 per barel.
Sedangkan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Desember berada USD 76,82, turun 35 sen atau 0,5 persen. Sebelum turun, kedua harga minyak acuan tersebut naik hampir 2 persen pada Jumat pekan lalu ketika Irak menyuarakan dukungannya terhadap pengurangan minyak oleh OPEC+.
“Investor lebih fokus pada lambatnya permintaan di Amerika Serikat dan Tiongkok sementara kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan akibat konflik Israel-Hamas sudah agak surut,” kata Presiden NS Trading, salah satu unit Nissan Securities, Hiroyuki Kikukawa.
Sementara itu, pada pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan bahwa produksi minyak mentah di Amerika Serikat tahun ini akan meningkat sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sementara permintaan akan turun.
Selain itu, data ekonomi yang lemah dari Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia, juga meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan. Selain itu, pabrik penyulingan di Tiongkok meminta lebih sedikit pasokan dari Arab Saudi untuk bulan Desember.
“Jika pasar semakin terpuruk, kemungkinan besar kita akan melihat dukungan pembelian karena ekspektasi bahwa Arab Saudi dan Rusia akan memutuskan untuk melanjutkan pengurangan pasokan secara sukarela setelah bulan Desember,” ujar Kikukawa.
Eksportir minyak utama Arab Saudi dan Rusia mengkonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan pengurangan produksi minyak tambahan secara sukarela hingga akhir tahun karena kekhawatiran atas permintaan dan pertumbuhan ekonomi terus menyeret pasar minyak mentah.
Di sisi pasokan, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi selama dua minggu berturut-turut ke level terendah sejak Januari 2022. Sementara itu, OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, akan bertemu pada 26 November. (*)
Sumber: Jawapos
Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago