Categories: EKONOMI BISNIS

Problema Minyakita, Sebagian Ibu-ibu Beralih ke Minyak Goreng Lain

JAYAPURA – Problema minyak goreng bersubsidi Minyakita, diduga oplosan, dijual tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) hingga yang terbaru ketidaksesuaian takaran.

Hal ini menjadi perhatian masyarakat khusunya para ibu rumah tangga yang sering masak menggunakan minyak goreng.

Salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Entrop, Erni mengaku, maraknya pemberitaan negatif terkait Minyakita harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah diminta melakukan sidak di Kota Jayapura.

“Ada pemberitaan di Jawa bahwa Minyakita dioplos bahkan takarannya dikurangi, ini jadi perhatian bersama untuk bisa dicek juga produk Minyakita yang dijual di Jayapura, supaya ada ketenangan dari masyarakat,”ungkapnya, Senin (10/3).

Sebelumnya, Erni kerap menggunakan Minyakita untuk menggoreng. Ini tak terlepas dari harganya yang murah, Rp14 ribu/liter. Namun seiring berjalannya waktu, harga Minyakita Rp 15.700/liter lantaran ada penyesuaian harga.

“Dulu saya menggoreng menggunakan Minyakita, namun sekarang tidak lagi lantaran kwalitasnya kurang bagus. Hanya bisa dipakai sekali goreng, setelah itu warnanuya jadi hitam,”ujarnya.

Sedangkan untuk HET Minyakita di Jayapura, Erni mengaku harganya berbeda saat membeli di ritel modern dan di pasar atau kios.

Hal senada juga dikatakan, Sumiah warga Entrop. Ia mengaku tidak lagi membeli Minyakita lantaran warna Minyakita langsung hitam dalam sekali pakai.

“Sekarang menggunakan minyak goreng produk lain dengan harga yang selisihnya tak jauh beda dengan Minyakita,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…

1 day ago

Dua Prajurit TNI Disebut Tewas Dalam Kontak Tembak

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…

1 day ago

Pemerintah Diingatkan Segera Menyiapkan Langkah Antisipatif

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…

1 day ago

Jawab Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Sebut Pesta Pangan

“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…

1 day ago

Tak Heran Pelaksanaan MBG Carut Marut

Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…

2 days ago

Mengapa Biak Banyak Ditemukan Amunisi Bekas Perang Dunia

Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…

2 days ago