Categories: EKONOMI BISNIS

BEI Akui Bursa Carbon Bisa Jadi Investasi Baru di Papua

JAYAPURA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinis Papua akui,  Papua memiliki potensi investasi baru yaitu Bursa Carbon, yang pastinya dapat memberikan pendapatan bagi pemerintah jika dikelola dengan baik.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kreasna Aditya Payokwa menjelaskan  bursa carbon dapat berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah mengingat Papua masih memiliki hutan yang sangat luas.

Dengan demikian BEI sangat mendorong pemerintah daerah dapat memanfaatkan perdagangan carbon guna menjadi PAD baru.

“Hutan di Tanah Papua ini masih alami sehingga sangat berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah, khususnya dengan memanfaatkan peluang tersebut juga banyak keuntungan yang dapat dirasakan. Selain menjadi tambahan sumber PAD,  juga menjaga hutan, “ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1) kemarin.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Persoalan RSJ Ternyata Cukup Kompleks

Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran…

13 hours ago

Segera Diaudit BPK

Berdasarkan informasi, aktivitas kembali normal di RSJ tersebut setelah pihak rumah sakit, mulai dari suster…

14 hours ago

DPRP Dorong Bupati dan Wali Kota dari OAP

Menurut Tan, salah satu faktor utama yang terus dipersoalkan adalah pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)…

15 hours ago

Evaluasi Setiap Bulan, Mampu Raih Juara III Nasional Lomba Sekolah Rakyat

Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa…

16 hours ago

Kerahkan 30 Personel, Pencarian 6 ABK KM Bintang Laut Diperluas

Tim SAR Gabungan, lanjutnya, menuju ke Selatan Tenggara mendekati lokasi kejadian. Pencarian tidak lagi dilakukan…

16 hours ago

Sat Resnarkoba Polres Jayapura Tangkap Pelaku Pemilik Ganja

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra,…

16 hours ago