Categories: EKONOMI BISNIS

Masih Banyak Tempat Jualan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja Kosong

JAYAPURA- Kondisi Pasar Youtefa Kotaraja sampai saat ini masih memprihatinkan karena banyak los tempat jualan yang sudah dibangun oleh pemerintah melalui Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura tidak ada pedagang yang berjualan di sana.

Bahkan pedagang yang berjualan dari pagi hingga sore banyak yang mengeluh omzet mereka menurun jika dibanding berjualan di Pasar Youtefa Abepura dan ada pedagang yang balik kembali berjualan dengan membuat tempat sendiri di Pasar Youtefa Abepura.

Salim salah satu penjual ikan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja mengatakan, dulunya penjual ikan banyak berjualan di pasar baru tapi karena pengunjung pasar sepi maka banyak yang memilih berjualan kembali di Pasar Youtefa Abepura dengan membuat tempat jualan sendiri, karena di sana lebih banyak pengunjungnya dibanding dengan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja yang ramainya hanya pada malam hari banyak pedagang dari Arso dan Koya yang datang berjualan setelah itu paginya jadi sepi.

“Pasar Baru Youtefa Kotaraja ramainya itu pada malam hari mulai pukul 19.00 WIT sampai pagi hari, setelah itu sepi, jika kita penjual ikan berjualan di sini siapa yang mau beli jadi pemerintah ini tidak adil dan tidak melihat kondisi pengunjung di sini,”Keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Norma penjual bumbu dapur di Pasar Baru Youtefa Kotaraja, iya mengeluh jualannya sepi sekali karena pengunjung yang datang berkurang dan ia minta pedagang bisa dikembalikan lagi ke Pasar Youtefa Abepura, karena kalau dipaksakan untuk berjualan pengunjungnya tidak ada dan pengunjung lebih memilih ke Pasar Youtefa Abepura.

“Pasar ini ramai hanya pada malam hari sampai pagi, sementara kita jualan dari pagi sampai sore tidak ada pengunjung ini sama saja pemerintah tidak memihak kepada pengunjung yang berjualan di sini lebih baik kita dipindahkan saja kalau pasar hanya ramainya pada malam hari,”Cetusnya.

Kata Norma selama ini pedagang di Pasar Baru Youtefa Kotaraja yang banyak memiliki banyak pelanggan tetap seperti warung makan, perhotelan mungkin pemasukan masih bagus tapi bagi penjual lainnya yang tidak mempunyai pelanggan hanya mengandalkan pengunjung yang datang pasti kelimpungan tidak punya omzet.

Jadi diharapkan pemerintah Kota Jayapura juga harus bijak dalam memindahkan pedagang seharusnya dipikir-pikir dulu apakah pedagang ini bisa berjualan maksimal atau tidak jangan hanya asal pindah.

Ia mencontohkan sampai sekarang tempat jualan mama-mama Papua saja tidak ditempati padahal sudah disajikan dengan bagus dibanding pedagang lainnya yang harus membikin sendiri dengan mengeluarkan Modal sendiri.(dil/gin).

newsportal

Recent Posts

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

54 minutes ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

2 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

3 hours ago

Di Sentani, Pejalan Kaki Tewas Akibat Tabrak Lari

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan,melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan korban…

4 hours ago

Lagi, Kantor Distrik Sentani Dipalang

Lagi-lagi Kantor Distrik Sentani di palang oleh pemilik hak ulayat,mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura harus…

5 hours ago

Pertanyakan Kinerja Penyidik dan BPK yang Beri Opini WTP Kota Jayapura

Perkara yang menyeret mantan Bendahara SMA Negeri 4 Jayapura Parmi Milka Mugiutomo, sebagai terdakwa utama…

6 hours ago