

Tampak los tempat jualan pedagang di Pasar Baru Youtefa Kotaraja masih kosong, Senin (6/6). (FOTO:Priyadi/,Cepos)
JAYAPURA- Kondisi Pasar Youtefa Kotaraja sampai saat ini masih memprihatinkan karena banyak los tempat jualan yang sudah dibangun oleh pemerintah melalui Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura tidak ada pedagang yang berjualan di sana.
Bahkan pedagang yang berjualan dari pagi hingga sore banyak yang mengeluh omzet mereka menurun jika dibanding berjualan di Pasar Youtefa Abepura dan ada pedagang yang balik kembali berjualan dengan membuat tempat sendiri di Pasar Youtefa Abepura.
Salim salah satu penjual ikan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja mengatakan, dulunya penjual ikan banyak berjualan di pasar baru tapi karena pengunjung pasar sepi maka banyak yang memilih berjualan kembali di Pasar Youtefa Abepura dengan membuat tempat jualan sendiri, karena di sana lebih banyak pengunjungnya dibanding dengan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja yang ramainya hanya pada malam hari banyak pedagang dari Arso dan Koya yang datang berjualan setelah itu paginya jadi sepi.
“Pasar Baru Youtefa Kotaraja ramainya itu pada malam hari mulai pukul 19.00 WIT sampai pagi hari, setelah itu sepi, jika kita penjual ikan berjualan di sini siapa yang mau beli jadi pemerintah ini tidak adil dan tidak melihat kondisi pengunjung di sini,”Keluhnya.
Hal senada juga dikatakan Norma penjual bumbu dapur di Pasar Baru Youtefa Kotaraja, iya mengeluh jualannya sepi sekali karena pengunjung yang datang berkurang dan ia minta pedagang bisa dikembalikan lagi ke Pasar Youtefa Abepura, karena kalau dipaksakan untuk berjualan pengunjungnya tidak ada dan pengunjung lebih memilih ke Pasar Youtefa Abepura.
“Pasar ini ramai hanya pada malam hari sampai pagi, sementara kita jualan dari pagi sampai sore tidak ada pengunjung ini sama saja pemerintah tidak memihak kepada pengunjung yang berjualan di sini lebih baik kita dipindahkan saja kalau pasar hanya ramainya pada malam hari,”Cetusnya.
Kata Norma selama ini pedagang di Pasar Baru Youtefa Kotaraja yang banyak memiliki banyak pelanggan tetap seperti warung makan, perhotelan mungkin pemasukan masih bagus tapi bagi penjual lainnya yang tidak mempunyai pelanggan hanya mengandalkan pengunjung yang datang pasti kelimpungan tidak punya omzet.
Jadi diharapkan pemerintah Kota Jayapura juga harus bijak dalam memindahkan pedagang seharusnya dipikir-pikir dulu apakah pedagang ini bisa berjualan maksimal atau tidak jangan hanya asal pindah.
Ia mencontohkan sampai sekarang tempat jualan mama-mama Papua saja tidak ditempati padahal sudah disajikan dengan bagus dibanding pedagang lainnya yang harus membikin sendiri dengan mengeluarkan Modal sendiri.(dil/gin).
Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…
Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…
Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…
Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…
Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelepasan 103 calon jamaah umrah asal Kota Jayapura yang…
Tak tanggung-tanggung agenda ini sampai melibatkan dua jenderal yang langsung turun ke TKP. Salah satunya…