

Tempat penjualan daging sapi di Pasar Youtefa tampak sepi, Kamis (5/3) (foto:jimi/Cepos)
JAYAPURA – Harga daging sapi di Kota Jayapura pada pertengahan lebaran terpantau normal dan stabil. Seperti yang diakui pedagang daging sapi potong di Pasar Induk Youtefa, Abepura, Kamis (5/3).
Kepada Cenderawasih Pos salah satu pedagang daging di Pasar Youtefa, Amin (51) mengatakan bahwa harga daging sapi saat ini Rp 140 ribu per kilogram. Harga tersebut menurutnya masih dalam kisaran normal dan bervariasi tergantung jenisnya masing-masing.
“Harga jual daging sapi masih standar, dan harga ini bervariasi tergantung pedagangnya, kalau kita di sini masih seperti biasa Rp 140 ribu per kilo,” ujar Amin, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (53).
Amin memprediksi harga jual daging sapi di pasar Youtefa akan mengalami kenaikan terjadi pada H-1 atau 2 sebelum Lebaran dengan harga tertinggi bisa mencapai Rp 150-160 ribu per kilo.
Tidak hanya daging, harga tulang sapi di pasar Youtefa berkisar Rp 70 ribu per kilogram. Sementara itu untuk harga usus sapi Rp 50 ribu per kilogram, tetelan Rp 40 ribu dan daging pada bagian kepala sapi dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram.
Meski terbilang sepi pembeli dan permintaan akan daging sapi di pertengahan lebaran ini masih tergolong kurang, para pedang bisa menghabiskan setidaknya satu ekor sapi dalam dua hari maksimal. Hal ini terlihat dari harga daging sapi di pasar terbesar di Kota Jayapura itu masih terpantau normal.
“Untuk harga semua masih normal. Kita hanya bisa menghabiskan satu ekor dalam dua hari. Terkadang sisa juga tapi tidak banyak,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan Aesri (44). Ia menuturkan jika harga jual daging sapi saat ini masih terpantau dalam pasaran yang normal. Sementara untuk stok daging sapi di kota Jayapura masih cukup stabil hingga puncak lebaran nanti.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…