Sementara itu, Warto, pedagang sayur keliling yang telah puluhan tahun berjualan di wilayah Entrop, mengaku sudah memiliki pelanggan tetap dengan jam berjualan yang teratur. Karena itu, ia memilih tetap berjualan di lokasi yang sama.
Menurut Warto, jika pedagang di pasar merasa sepi pembeli, hal tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kehadiran pedagang keliling. Ia menilai pedagang pasar perlu melakukan evaluasi terhadap kualitas dagangan dan pelayanan.
“Rezeki sudah ada yang mengatur. Pedagang sayur keliling juga mengambil barang dari pasar, bahkan dari pedagang orang asli Papua (OAP). Jadi seharusnya tidak menjadi masalah. Kalau sepi, mungkin perlu introspeksi, mulai dari kualitas barang, harga, bisa ditawar atau tidak, hingga pelayanan kepada pembeli,” pungkasnya.(dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…
Proyek pembangunan jalan yang difungsikan sebagai prasarana ketahanan pangan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua…
Pneumonia atau yang kerap dikenal masyarakat awam sebagai paru-paru basah masih menjadi "pembunuh" nomor satu…
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EM alias L ditangkap…
Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) menyiapkan skema kerja sama dengan pihak…