

Suasana antrian nasabah di Bank Papua Kantor Cabang Utama belum lama ini. (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – OJK mencatat terkait NPL (Non-Performing Loan) perbankan di tahun 2023 alami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala OJK Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean mengatakan, kinerja perkreditan di Papua menunjukkan perbaikan, dari tahun sebelumnya.
“Terlihat dari rasio kredit bermasalah atau (NPL) gahun 2023 alami penurunan dari 3,07% pada Mei 2022 menjadi 2,95% pada Mei 2023,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/8) kemarin.
Lanjutnya, dalam rangka menekan tingkat NPL dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sejak 1 April 2023 OJK memberikan perpanjangan restrukturisasi kredit secara terbatas kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Jadi program restrukturisasi kredit kami berikan tetapi secara terbatas, untuk pelaku usaha mikro, kecil dan UMKM, dan juga sektor padat karya (tekstil dan produk tekstil, alas kaki), akomodasi, serta makanan-minuman, ” terangnya.
Lanjutnya, akan tetapi Perpanjangan ini berlangsung hingga 31 Maret 2024 saja, artinya sampai saat ini masih ada restrukturisasi bagi pelaku usaha.
“Selain itu perbankan diminta untuk terus menerapkan prinsip-prinsip prudential, meningkatkan pembentukan CKPN dan mengantisipasi potensi risiko yang mungkin timbul, ” tambahnya. (ana/ary)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…