

Ilustrasi Barcode BBM Bersubsidi
Dari Truk Empat Plat Nomor hingga Drum Las dalam Mobil
JAYAPURA– PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memblokir lebih dari 16 ribu barcode QR yang tidak sesuai ketentuan dalam pengisian BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan pemblokiran tersebut dilakukan hingga akhir November 2025 karena barcode QR tersebut terindikasi terlibat dalam berbagai pelanggaran.
“Sudah ada lebih dari 16 ribu barcode QR yang diblokir sampai akhir November 2025. Barcode tersebut diduga digunakan dalam pelanggaran pengisian BBM subsidi,” ungkap Awan Raharjo, Sabtu (27/12).
Ia mengakui, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh kendaraan roda empat, terutama karena adanya modifikasi tangki dan penyalahgunaan kapasitas kendaraan, sehingga volume pengisian BBM subsidi menjadi tidak wajar.
“Dari temuan kami, kendaraan roda empat paling dominan melakukan pelanggaran. Modifikasi tangki dan cara lain untuk menambah volume ini jelas merupakan tindakan ilegal,” tegasnya.
Untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kota Jayapura dan Polresta Jayapura Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU.
Page: 1 2
Kiper andalan mereka, Adzib Hakim yang sempat mengalami cedera ringan saat mengahdapi Deltras FC juga…
Pemberlakukan QRIS untuk pembayaran retribusi parkir dari masyarakat ke juru parkir memang sudah mulai diterapkan…
Menurut Fakhiri, pihaknya juga, mengingatkan kepada Pemerintah kabupaten dan kota agar menindaklanjuti penetapan UMP ini…
Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga sekaligus mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat…
Penangkapan dilakukan pada Senin (5/1) sekitar pukul 16.20 WIT, setelah petugas memperoleh informasi terkait keberadaan…
Dengan catatan, pasukan Mutiara Hitam tidak boleh terpeleset di kandang Persiba Balikpapan dan Barito Putera…