Categories: BERITA UTAMA

113 Warga Jadi Korban Konflik Perebutan Suara di Puncak Jaya

JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menyatakan sebanyak 113 warga  terluka akibat bentrokan di Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (27/11) lalu. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule menyampaikan dari 113 warga itu, 18 warga di antaranya dirujuk ke rumah sakit di Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika.

“Ada tujuh pasien dirujuk ke RS Dian Harapan, tiga pasien di RS Abepura dan satu pasien di RS Dok 2 Jayapura. Lalu ada sekitar tujuh pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Mimika,” kata dr Sumule melalui zoom dengan wartawan, Kamis (28/11). “Kondisi mereka mengharuskan dirujuk ke rumah sakit di Jayapura dan Mimika,” sambungnya.

Silwanus menerangkan sebanyak tiga pasien lainnya baru akan dirujuk Jumat (29/11). Dikarenakan Kamis (28/11) kemarin, tidak ada penerbangan di daerah tersebut. “Tiga pasien ini mengalami luka trauma akibat benda tajam. Ada yang di sekitar area mata, lalu di bagian dada dan bagian paha, sehingga perlu tindakan khusus,” ucapnya.

Menurutnya, ada pertimbangan para pasien itu harus dirujuk ke Jayapura dan Mimika. Antara lain pada aspek ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang lebih banyak. Selain itu, adanya kerja sama yang sudah dilakukan sekitar 2 tahun melalui program unggulan Kartu Otsus Sehat. “Jadi Pemerintah Papua Tengah memberikan jaminan kesehatan bagi Orang Asli Papua di Papua Tengah untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” ujarnya.

Adapun penanganan selama dua hari yang dilakukan terus disampaikan secara berkala ke pejabat terkait. “Kami terus laporkan ke Mendagri, Wamendagri dan pimpinan daerah, apa saja langkah-langkah yang sudah kami kerjakan,” kata dr Silwanus.

Para korban dari konflik yang terjadi akibat rencana pergeseran suara pada Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya saat dievakuasi dari Bandara Mulia menuju beberapa kabupaten untuk dilakukan penanganan medis. (Foto: Dinkes Papua Pegunungan)

Sementara itu, dr Silwanus pastikan layanan kesehatan di Puncak Jaya tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Untuk layanan kesehatan dasar lainnya tetap berjalan sebagaimana mustinya, yang kami rujuk pada kasus-kasus yang tidak mungkin ditangani di Rumah Sakit Mulia,” ujarnya.

Sekadar diketahui, bentrok antara pendukung pasangan calon (Paslon) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pecah saat pencoblosan Pilkada 2024. Dilaporkan ada puluhan rumah yang dibakar massa dan seratusan orang terluka akibat terkena anak panah. Pantauan Cenderawasih Pos di RS Dian Harapan dari 6 pasien  ada 4 orang yang rawat di Rumah Sakit Dian Harapan, sementara 1  lainnya RSUD Dok II Jayapura. “Ada 6 pasien yang masuk di RS Dian Harapan, tapi satunya sudah rujuk ke RSUD Dok II Jayapura,” ungkap Kepala Instalasi Gawat Darurat, RS Dian Harapan dr.Firgin Kalalo.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

1 day ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

1 day ago