

Gubernur Papua, Matius Fakhiri
JAYAPURA – Gubernur Papua, Matius Fakhiri, kembali memberi respons perihal pembakaran Mahkota Cenderawasih yang belakang ramai belakangan ini. Beragam pihak telah memberikan atensi perihal pembakaran tersebut, mulai dari para tokoh di Papua hingga ke tingkat pusat.
“Ketika pertemuan bersama MRP dan para tokoh adat, saya sampaikan bahwa proses yang dilakukan BBKSDA Papua itu sesuai aturan dan ketentuan, yaitu pemusnahan. Namun caranya yang salah, tidak pada tempatnya, sehingga menyebabkan kemarahan dari masyarakat adat di Papua,” ujar Matius kepada wartawan, Senin (27/10) malam.
Namun, Matius berharap, amarah masyarakat tidak ditungganggi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang membuat persoalan ini semakin besar.
“Saya juga sudah minta BBKSDA Papua, kalau mau buat sesuatu, maka harus perhatikan tatanan adat dan budaya di sini (Papua), sehingga tidak merugikan banyak pihak. Seperti yang terjadi di Boven Digoel,” ungkapnya.
“Ke depan, saya minta MRP, Ondoafi, Ondofolo, serta tokoh masyarakat adat, kalau itu berkaitan dengan budaya Papua, mari kita proteksi melalui regulasi Perdasi maupun Perdasus, sehingga siapapun, termasuk pemerintah daerah bisa menghormati budaya itu,” sambungnya.
Page: 1 2
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…