Categories: BERITA UTAMA

Keroyok Polisi, Lima Anggota KNPB Ditangkap

JAYAPURA-Lima orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terpaksa berusuan dengan pihak Kepolisian dan digelandang ke Mapolresta Jayapura Kota, Senin (28/3) sore.

Kelima anggota KNPB diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Polisi. Dua polisi yang menjadi korban adalah Bripda Jason Ohee dan Bripda Bonjosi Urbinas yang semua dari Samapta Polda Papua.

Kejadian ini sempat ramai di kalangan Kepolisian mengingat kabar yang tersebar adalah terjadi pengibaran bintang kejora dan penyanderaan terhadap salah satu korban yakni Bripda Jason Ohee.

Setelah mendengar kabar ini anggota Polresta Jayapura Kota dari berbagai jajaran langsung menuju ke TKP dan berhadapan langsung dengan kelompok KNPB yang ketika itu jumlahnya cukup banyak.

Setelah diberi ketegasan untuk menyerahkan atau melepas Bripda Jason akhirnya kelompok ini menuruti permintaan Polisi.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas kepada wartawan menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi pada Senin (28/3) sore sekira pukul 16.00 WIT di kuburan batas Kota Jayapura – Kabupaten Jayapura.

Dimana saat itu rombongan KNPB menuju kuburan batas kota untuk menguburkan salah satu anggota mereka bernama Kris Awi Pahabol. Disaat bersamaan dua anggota polisi menggunakan motor Honda CRF mencoba menyalip dari arah kiri mobil jenazah. Namun usaha menyalip ini justru dikejar oleh mobil pikap yang ditumpangi para pelaku.

Saat sampai di kuburan, sopir pikap menepikan mobilnya sambil memepet motor korban dan spontan para pelaku melompat dan langsung melakukan pengeroyokan.

Ketika itu Bripda Jason langsung dikeroyok sedangkan Bripda Bonjosi  berhasil melarikan diri menggunakan motornya dan melapor ke Polsek Sentani Timur.

Dari koordinasi Polsek Sentani Timur inilah sejumlah personel langsung menuju TKP. “Jadi awalnya seperti itu, motor dua anggota Polisi ini hendak menyalip tapi  malah dipepet para pelaku dan terjadilah seperti penghadangan kemudian dikeroyok. Tapi salah satu berhasil kabur dan melapor ke Polsek Sentani Timur,” beber Kapolres Urbinas di Mapolresta, Selasa (29/3) malam.

Ia menyebut saat didatangi polisi terdapat  70  orang yang amankan kemudian setelah diperiksa 20 tersisa orang dan sorenya berkurang menjadi 5 orang. “Dari 20 orang ini kami coba periksa lagi dan mengerucut ke 5 orang tadi sedangkan 15 lainnya sudah dipulangkan oleh Kabag Ops dan Kasat Reskrim,”  tambah Urbinas.

Kelima pemuda ini kini mendekam di tahanan Polresta setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kapolresta dari kasus ini ada bentuk pencurian dengan kekerasan kemudian bentuk penyanderaan. Sebab korban Bripda Jason sempat diseret ke bagian atas kuburan hingga ada bantuan dari Polresta barulah dilepas.

Saat diambil, korban mengalami sejumlah luka di seputaran wajah dan telinga. “Jadi sudah ada potensi penyanderaan dan curas karena handphone korban diambil. Luka pengeroyokan juga jelas dan kasus ini harus diproses. Sebab undang – undang mengatakan barang siapa jadi saya tidak melihat dari kelompok mana. Siapa yang terlibat itu kami proses,” tegasnya.

Disinggung soal upaya mengibarkan bintang kejora menurut Kapolres, saat dicek ternyata tidak ditemukan   dan di sini Polresta menyatakan tidak  terlalu  panik dengan hal – hal tersebut. “Jadi saat ini ada 5 yang jadi tersangka dan sedang kami proses,” tutup Kapolresta.

Sementara informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, anggota KNPB yang sempat diamankan adalah Ogram Wanimbo (Ketua Diplomasi KPB Pusat), House Yeimo (Ketua KNPB Numbay), Omikzon Balingga (Sekretaris Dipomasi KNPB Pusat), Kiri Keroman (pengurus KNPB Pusat), Beny Murib, Weko Kogoya, Oscar, Ning Otmar dan puluhan  orang lainnya.

Sejumlah rekan – rekan pelaku juga terlihat berkumpul di depan Mapolresta Jayapura Kota sambil menunggu hasil penyidikan, namun ketika hujan semua membubarkan diri. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

18 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

19 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

20 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

21 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

21 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

22 hours ago