Categories: BERITA UTAMA

Harga Beras Merangkak Naik, Tak Usah Panik

JAYAPURA-Harga beras di dalam negeri diprediksi masih akan merangkak naik. Saat ini harga beras premium dan medium di pasaran sudah mengalami kenaikan harga, akibat beberapa faktor mulai kemarau yang berkepanjangan dampak dari El Nino dan pengaruh lainnya.

Sebelumnya, pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan bahwa harga beras melonjak karena tambahan stok tidak sebanyak biasanya. Sedangkan permintaan diprediksi bakal tetap stabil bahkan meningkat jelang akhir tahun nanti.

Rusli, kepala Toko Nurfaizah di jalan baru pasar Youtefa Abepura membenarkan harga beras dengan kualitas premium dan medium yang ia datangkan dari Surabaya mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan per saknya.

Dia mencontohkan untuk beras premium merek 99 kemasan 20 kg, harga sebelumnya Rp 285 ribu kini sudah naik menjadi Rp 305 ribu atau ada kenaikkan Rp 20 ribu, belum lagi beras medium merek dua bambu (karung warna kuning) dengan kemasan berat 20 kg harga sebelumnya hanya Rp 250 ribu sekarang menjadi Rp 270 ribu atau ada kenaikan Rp 20 ribu.

Sementara beras merek Bihiem kemasan berat 20 kg dulunya Rp 265 ribu sekarang Rp  290 ribu.  “Semua merek beras memang mengalami kenaikkan apakah yang kelas premium atau yang medium, ini terjadi sudah 2 minggu lalu, naiknya langsung dari pabriknya di Surabaya, dan kalau naik kita juga sesuaikan kenaikan harganya di wilayah Jayapura,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Rabu (27/9) kemarin.

Karena ia menjual beras mendatangkan dari Surabaya dengan skala besar, maka beras yang ia jual juga dikirim ke luar Jayapura seperti di daerah pegunungan.

Di tempat terpisah, Andi selaku penjual sembako di pasar Youtefa Abepura juga mengatakan hal sama, harga beras saat ini sudah mengalaminya kenaikan yang cukup signifikan per saknya.

Andi berharap, harga beras bisa kembali stabil karena jika harga beras mengalami kenaikkan tentu berpengaruh terhadap pelanggannya terutama yang berjualan nasi di warung makan, restoran, jika mereka sepi tentu ikut berdampak pada perekonomian dan naiknya harga beras juga bisa mengakibatkan inflasi dimana hal ini akan menekan pada harga beli masyarakat.

Sementara itu, Jumani pemilik warung makan di Entrop mengakui, dengan adanya kenaikan harga beras memang cukup mengurangi keuntungan dalam berjualan, pasalnya, dalam 1 hari ia jualan membutuhkan 25 kg beras untuk dimasak. Ia hanya Berharap harga beras bisa kembali turun karena jika tidak turun tentu berimbas dengan harga sembako lainnya. (ulo/dil/tft/fia/wen)

newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

22 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

23 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

23 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

24 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

1 day ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

1 day ago