Categories: BERITA UTAMA

Empat BUMD Terlihat Sedang Sakit

CEK KANTOR: Anggota Komisi III DPR Papua ketika mengecek Kantor Percetakan Rakyat Papua di Jl Percetakan Jayapura yang tak lagi beroperasi dan menyisakan masalah hukum, Jumat (28/6). Komisi III berencana akan memanggil pimpinan BUMD. ( FOTO : Gamel/Cepos )

JAYAPURA-Hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Komisi III DPR Papua yang membidangi aset dan anggaran mendapati ada empat BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)  yang dianggap sedang sakit.

Komisi III memberi rekomendasi untuk merubah tata kelola yang lebih sederhana namun tetap profesional agar tujuan dari mendapatkan hasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) bisa dimaksimalkan tanpa sesuatu yang berbelit-beli. 

Peninjauan pertama dilakukan di Taman Mesran untuk mengecek kondisi KM. Papua Baru kemudian lokasi kdua di Muatan Kapal Laut (MKL) PT Ekspedisi  MLK Varuna Pura, kemudian dilanjutkan ke  kantor PD Irian Bhakti Mandiri dan  terakhir di kantor Pecetakan Rakyat Papua (PRP). 

 Komisi III terlihat tercengang. Sebab keempatnya nampak tengah bermasalah dan  pihak komisi mengagendakan untuk memanggil pimpinan perusahaan untuk memaparkan kondisi masing-masing perusahaan. “Kami kaget saja karena dari keempatnya kami lihat ini semua perlu dicek karena seperti tengah bermasalah. Kapal Papua Baru kami tidak tahu apakah beroperasi  atau tidak. Lalu MKL terlihat sekali hidup segan dan mati tak mau tapi barang atau tempatnya tetap masih ada,” kata anggota Komisi III, Yulianus Rumboirussy usai kegiatan, Jumat (28/6).

 Tak hanya itu, kantor Holding Compaty di Entrop terlihat representatif namun tak ada orang dan menariknya tak ada papan nama. “Ini aneh, kantornya ada tapi aktivitas di kantor tidak ada. Orangnya juga tak ada ditambah tak ada papan nama,” jelasnya. Begitu juga dengan Percetakan Rakyat Papua yang semua lengkap namun tidak ada keuntungan. “Pegawainya mengeluh sudah beberapa tahun tak digaji. Kami akan coba bantu menyelesaikan ini,” imbuhnya. 

 “Saya melihat ini soal tata kelola managemen yang herus diperbaiki sebab barangnya ada namun tak memberi kontribusi juga. Kami akan meminta gubernur secara serius memperhatikan ini.  Pikiran saya kalau hanya ingin mencari PAD mengapa tidak dibuatkan ruko saja atau pasar swalayan lalu disewakan, setiap bulan atau tahun tinggal menerima hasil. Simplekan,” paparnya. 

Terkait PRP ini, anggota lainnya, Radius Simbolon menyampaikan bahwa dahulu dirinya sempat mengusulkan agar siapapun yang akan memimpin perusahaan BUMN harus melalui fit and propertest yang dilakukan di DPRP.

Hanya saja usulan ini tak ditindaklanjuti dan akhirnya penunjukkan pimpinan BUMD terkesan hanya karena kepentingan kelompok dan asal tunjuk. “Ini yang harusnya dijauhi, perusahaan ini milik daerah dan bukan partai politik. Tak boleh asa tunjuk hanya karena ia tim sukses atau seperti apa.Hasilnya ya seperti ini,” bebernya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

6 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

8 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

10 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

16 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

18 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago