Categories: BERITA UTAMA

Hari Ini Organisasi Pemuda Turun ke Jalan Tolak PSN

Pihak Aliansi SETARA memandang bahwa pembangunan di Papua saat ini dijalankan tanpa persetujuan bebas dari masyarakat adat dan tanpa keadilan sosial. Praktik ini dinilai berjalan lancar akibat adanya aliansi sistemik antara negara, militer, oligarki politik, elit lokal, serta korporasi nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, Kamus menegaskan bahwa persoalan di Papua bukan lagi sekadar masalah pembangunan yang keliru, melainkan persoalan politik kolonisasi dan kapitalisme ekstraktif. Ia menyatakan bahwa perjuangan ini tidak dapat dipisahkan dari gerakan melawan imperialisme, kolonialisme, dan militerisme demi pembebasan nasional Papua.

Melalui seruan ini, Aliansi SETARA mengajak seluruh elemen masyarakat Papua di Jayapura yang peduli terhadap kelestarian alam dan hak asasi manusia untuk dapat berpartisipasi dalam aksi damai. Aksi ini direncanakan akan diisi dengan orasi politik, pembacaan pernyataan sikap, serta penyampaian aspirasi terkait penolakan terhadap pembungkaman ruang demokrasi di Tanah Papua.

1-Kapolresta1-Kapolresta
Kapolresta Jayapura, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen

Sementara sebanyak 700 personel gabungan dari Polresta Jayapura Kota dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi damai yang akan digelar SETARA di kawasan Lingkaran Abepura, Jumat (29/5). Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mengantongi izin resmi dari pihak kepolisian. Meski demikian, aparat tetap memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Untuk izin aksi memang tidak ada, tetapi kami tetap memberi ruang kepada mereka untuk menggelar aksi,” ujar Kombes Pol Fredrickus, Kamis (28/5). Ia mengatakan, fokus pengamanan akan dipusatkan di Distrik Abepura sesuai dengan informasi dan selebaran aksi yang telah beredar di berbagai media sosial. “Fokus kami di Distrik Abepura karena sesuai surat yang ada, kegiatan dipusatkan di sana,” katanya.

Menurut Fredrickus, meskipun aksi tidak mendapatkan izin resmi, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan kesempatan kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai. Setelah itu, para demonstran diimbau membubarkan diri secara tertib dan mandiri.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Jayapura agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang, terutama terkait beredarnya film dokumenter Pesta Babi serta tuntutan aksi yang menyinggung penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan isu penambahan personel militer di Papua.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Optimalkan Pembinaan, KONI Papua Pegunungan Dorong Pelaksanaan Porda

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…

2 days ago

Plt Ketua PSSI Papua Tak Ingin Buru-buru Bahas Kongres

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…

2 days ago

Owen Puas dengan Perkembangan Tim

Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…

2 days ago

Josua Pattipi dan Dimas Lintang Siap Hibur Kejurnas di Keerom

- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…

2 days ago

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

3 days ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

3 days ago