

Ramses Limbong (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua memastikan program prioritas tetap berjalan meski adanya efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pusat.Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong mengatakan, sejak awal tahun, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov telah menjalankan berbagai kegiatan sesuai perencanaan.
“Kegiatan sudah mulai berjalan sejak Januari 2025. Namun dengan adanya perubahan anggaran dan rasionalisasi, kami mengutamakan program prioritas,” kata Ramses kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/3).
Ia menjelaskan bahwa program pembangunan, terutama belanja modal, belum dapat direalisasikan sepenuhnya, lantaran masih menunggu kepastian anggaran. “Belanja modal belum kita laksanakan karena harus melihat kembali kondisi keuangan, mungkin setelah Lebaran baru kita bisa eksekusi,” ujarnya.
Menurut Ramses, efisiensi anggaran berpengaruh pada Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur, yang sebagian besar dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Papua. “DAK infrastruktur sudah dirasionalisasi, sehingga yang tersisa hanya dari Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), dan jumlahnya kecil,” kata Ramses.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa program yang sudah direncanakan tetap dijalankan dengan menyesuaikan skala prioritas. “Kami tetap fokus pada program yang mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…