Lalu di daerah lain yaitu di Wamena, di Puncak, di Oksibil dan Yahukimo. “Sedangkan untuk di Nduga dan Timika kami pikir disana sudah banyak personel jadi sudah cukup tebal disana,” jelasnya.
Sementara untuk wilayah Selatan kata Fakhiri disana relatif aman. Hanya ia mengingatkan bahwa para penyelenggara termasuk TNI Polri harus betul– betul netral dan Pemda juga jangan bermain politik praktis. “Kalau penyelenggara, petugas keamanan tidak netral ini bahaya,” wantinya.
Lalu jika situasi memanas, kata Kapolda ia meyakini prajuritnya sudah terbiasa sehingga tidak kaku lagi soal pengamanan Pemilu. “Kami sudah minta namun belum ada tanda-tanda. Kami hanya dengar akan dibantu 10 kompi atau 1000 personel namun kapan kami belum tahu,” papar Kapolda.
Kalau untuk personel di Papua sendiri dikatakan ada juga ada Pam Rahwan yang bisa dimaksimalkan untuk membantu. “Jika eskalasi meningkat maka kami mudah bergerak dalam waktu tidak lama baik lewat darat maupun udara itu kami bisa lakukan pengamanan makanya ada beberapa titik yang sudah kami tentukan untuk nantinya dibangun pos dan penebalan,” tutup Kapolda. (ade/wen)
Page: 1 2
Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal sebuah wilayah adalah 1% hingga 2%…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan penangkapan ini terhadap pelaku…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan mendapat apresiasi dari…
Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono saat dihubungi dari Nabire, Senin, mengatakan patroli gabungan tersebut…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumamb, SH, MH menegaskan jika usai dilakukan penangkapan…
Sebuah langkah baru pariwisata berbasis komunitas lahir di Tanah Papua. Lewat Paket Eduwisata dan Sejarah…