Lalu di daerah lain yaitu di Wamena, di Puncak, di Oksibil dan Yahukimo. “Sedangkan untuk di Nduga dan Timika kami pikir disana sudah banyak personel jadi sudah cukup tebal disana,” jelasnya.
Sementara untuk wilayah Selatan kata Fakhiri disana relatif aman. Hanya ia mengingatkan bahwa para penyelenggara termasuk TNI Polri harus betul– betul netral dan Pemda juga jangan bermain politik praktis. “Kalau penyelenggara, petugas keamanan tidak netral ini bahaya,” wantinya.
Lalu jika situasi memanas, kata Kapolda ia meyakini prajuritnya sudah terbiasa sehingga tidak kaku lagi soal pengamanan Pemilu. “Kami sudah minta namun belum ada tanda-tanda. Kami hanya dengar akan dibantu 10 kompi atau 1000 personel namun kapan kami belum tahu,” papar Kapolda.
Kalau untuk personel di Papua sendiri dikatakan ada juga ada Pam Rahwan yang bisa dimaksimalkan untuk membantu. “Jika eskalasi meningkat maka kami mudah bergerak dalam waktu tidak lama baik lewat darat maupun udara itu kami bisa lakukan pengamanan makanya ada beberapa titik yang sudah kami tentukan untuk nantinya dibangun pos dan penebalan,” tutup Kapolda. (ade/wen)
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…