Sebagaimana menurut Yakobus, akar permasalahan hari ini adalah adanya ketidakpuasan terhadap sikap kinerja yang ditunjukan oleh penyelenggara Pemilu. Dan ini harus diselesaikan sebelum menjelang pemungutsan suara.
“Penyelenggara Pilkada jangan menutup diri, mereka harus bisa menerima kritikan dari semua pihak. Dan kritikan ini sebaiknya didengar atau direspon sebelum terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Yakobus mengingatkan para Paslon mestinya sibuk dengan program yang akan disodorkan, tidak disibukkan dengan bola panas di tengah tahapan kampanye.
“Dalam tahapan kampanye silahkan menggunakan cara cara yang sesuai dengan aturan, tidak menggunakan kampanye negatif, politisasi sara atau politik uang,” ujarnya.
Dosen Uncen ini berharap Papua induk harus menjadi penyelenggara Pilkada yang sangat baik pasca DOB dan memberi contoh bahwa Papua bisa menggelar event pesta demokrasi dengan bermartabat. (fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…