“Jangan seolah – olah kita menganggap bahwa warga disitu seperti manusia yang tak membutuhkan makanan,” bebernya.
Melyana menambahkan bahwa ketika berbicara pembangunan maka membangun tanpa melihat manusia itu adalah sikap yang salah. Atau membangun manusia tanpa melihat alamnya juga salah termasuk tidak melihat manusia dan tidak melihat alamnya juga lebih salah.
“Ini harus diperhatikan baik. Saya ingin katakan agar para investor yang menanamkan saham harus care dengan masyarakat asli. Ini pilot yang setiap hari mengantarkan bahan makanan dan orang bisa mengantarkan tolong antarkan bahan makanan dan itu adalah pesan moral,” paparnya.
Ia mengingatkan bahwa orang yang pulih dari konflik membutuhkan puluhan tahun untuk hidup normal. “Dan jika tidak dipulihkan bagaimana bisa berbicara tentang Indonesia Emas. Bagaimana berbicara kesejahteraan dan pembangunan yang berkeadilan sosial,” tutup Melyana. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Papua selama ini dikenal sebagai tanah yang diberkahi kekayaan alam luar biasa. Hutan-hutannya rimbun, tanahnya…
Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi yang kerap terjadi di tanah Papua, dalam hal ini…
UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16…
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan…
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar,…
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC,…