“Jangan seolah – olah kita menganggap bahwa warga disitu seperti manusia yang tak membutuhkan makanan,” bebernya.
Melyana menambahkan bahwa ketika berbicara pembangunan maka membangun tanpa melihat manusia itu adalah sikap yang salah. Atau membangun manusia tanpa melihat alamnya juga salah termasuk tidak melihat manusia dan tidak melihat alamnya juga lebih salah.
“Ini harus diperhatikan baik. Saya ingin katakan agar para investor yang menanamkan saham harus care dengan masyarakat asli. Ini pilot yang setiap hari mengantarkan bahan makanan dan orang bisa mengantarkan tolong antarkan bahan makanan dan itu adalah pesan moral,” paparnya.
Ia mengingatkan bahwa orang yang pulih dari konflik membutuhkan puluhan tahun untuk hidup normal. “Dan jika tidak dipulihkan bagaimana bisa berbicara tentang Indonesia Emas. Bagaimana berbicara kesejahteraan dan pembangunan yang berkeadilan sosial,” tutup Melyana. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…
Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…
Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…
ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…
Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…