Categories: BERITA UTAMA

Hasil Seleksi Anggota MRP Ditolak Ondoafi Tabi-Saireri

JAYAPURA – Puluhan orang yang terdiri dari para Ondoafi Tanah Tabi dan Saireri menolak secara tegas hasil seleksi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua periode 2023-2028.

Seruan penolakan disampaikan para kepala suku, ondoafi dan masyarakat adat di depan halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis (27/7). Tidak hanya itu, mereka juga memasang spanduk di pelataran Kantor Gubernur dengan berbagai tulisan.

Ada spanduk dengan tulisan Forum Komunikasi Masyarakat Adat Saireri dengan tegas  menolak usulan Plh Gubernur Papua terkait rekruitmen calon anggota MRP prioede 2023-2028. Mendesak Presiden melalui Mendagri dan Menkopolhukam untuk menunjuk Pj Gubernur Provinsi Papua sebelum 17 Agustus.

Ada juga tulisan Forum Intelektual Muda Tabi-Saireri menolak putusan Plh Gubernur Provinsi Papua tentang rekruitmen dan seleksi anggota MRP Periode 2023-2028. Karena tidak menghargai dan menghormati tatanan adat dan budaya kami di wilayah adat Tabi dan Saireri Provinsi Papua.

Ondoafi Tobati, Gerson Hassor mengatakan, tidak ada satupun anak adat Port Numbay, mulai dari Skouw sampai Kayu Batu yang terpilih untuk mengisi kuris MRP. Padahal, sejak Papua dimekarkan, Provinsi induk hanya tersisa wilayah adat Tabi – Saireri.

Sehingga itu, masyarakat adat Tabi dengan tegas menolak putusan Plh Gubernur Papua no 161/7705/set perilah penetapan calon tetap dan calon terpilih anggota MRP periode 2023-2028. Lantaran tidak sesuai dengan Perdasi No. 5 tahun 2023 tentang tata cara pemilihan anggota MRP berdasarkan wilayah adat masing-masing suku kedaerahan.

“Kantor Gubernur ini kam belum bayar. Kami sudah ikat kantor ini dengan adat, sampai ada penjelasan dari Plh Gubernur soal seleksi MRP,” kata Hassor.

Hal senada juga disampaikan Ondoafi Saireri Abraham George Tanati, ia mengaku kecewa dengan hasil seleksi anggota MRP. Sebab, masih banyak diisi oleh anak-anak Papua dari wilayah adat lain sedangkan Tabi – Saireri tidak ada sama sekali.

“Masa dorang tidak dapat tempat di MRP, padahal Papua tinggal Tabi dan Saireri. Ini jelas tidak adil. Apa yang ada ini sama sekali tidak mewakili anak ada Tabi dan saireri,” bebernya. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Bupati Merauke Ingatkan Kepala Distrik Bekerja Lebih Optimal dan Efektif

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…

16 minutes ago

Pria 40 Tahun di Boven Digoel Ditemukan Tewas di Kos-kosan

Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…

1 hour ago

Korban Curas di Libarek Berhasil Selamat

Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…

2 hours ago

Konflik Hanya Timbulkan Kerugian Besar

Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan.  Wakil Bupati Jayawijaya Ronny…

3 hours ago

Pelajar SD dan SMP di Merauke Antusias Ikuti FLS3N

elajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Merauke antusias…

4 hours ago

Pemkab Keerom Serahkan Tali Asih Pembangunan Alun-alun

Selanjutnya penyelesaian tanah BTS di kampung Yowong, kampung Skofro, Warlef, Bagia dan Sawyatami. Untuk lahan…

12 hours ago