Categories: BERITA UTAMA

Peduli HIV-AIDS, JEJACA dan Rojali Rutin Sosialisasi

JAYAPURA – Kasus Human Immunodeficiency Viru (HIV) di Kota Jayapura cukup tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura pada pekan lalu mencatat sebanyak 1.278 kasus HIV-AIDS yang baru ditemukan sepanjang 2024 lalu. Kondisi ini cukup memperihatinkan serta mendapatkan sorotan dari berbagai pihak lantaran penularan kasus itu didominasi oleh ibu rumah tangga.

Tak sedikit masyarakat mendesak pemerintah harus mencari cara untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut. Dan pemerintah Kota Jayapura perlu mengambil langkah cepat dengan mengandeng para pihak. Salah satu yang bisa diajak berkampanye kesehatan adalah komunitas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Kota Jayapura maupun Jejaring Jayapura Comunitas atau Jejaca.

Menangapi itu Ketua Jejaca, Hendra Sarassang mengatakan bahwa hingga kini pihaknya rutin melakukan sosialisasi berbagai isu kesehatan terutama HIV. Itu dilakukan baik melalui media sosial maupun terjun langsung ke lapangan.

Jejaca juga memiliki planing agenda diantaranya masuk ke pusat pembelanjaan dan kampus-kampus. Yang dibawa adalah isu kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan dan sosial masyarakat. Tak hanya itu, untuk mencegah penyebaran virus tersebut setiap hari pihaknya membuka pelayanan pemeriksa HIV secara mandiri bagi orang yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan di DIC ( Drop In Center) Port Numbay, Kotaraja.

“Kita rutin melakukan sosialisasi kurang lebih dua bulan atau tiga bulan sekali. Biasanya kita melakukan sosialisasi di pusat pembelanjaan dan kampus-kampus mengenai HIV. Sementara untuk di sekolah-sekolah kita tidak bisa karena terhalang aturan,” jelas Hendra kepada Cenderawasih Pos, Selasa (25/2) sore.

Dewan pengawas Komunitas Rojali Papua, Muh Gibran

Untuk isu lingkungan hidup, komunikasi Jejaca rutin melakukan aksi pembersihan pantai sebulan sekali. Kemudian di isu sosial pihaknya turut memberikan bantuan sembako kepada anak-anak di pantai asuhan. Ditempat yang sama Dewan pengawas Komunitas Rojali Papua, Muh Gibran mengatakan dalam menanggulangi HIV dirinya perlu melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu kepada orang terdekat atau komunitas, lalu kepada masyarakat karena cakupannya luas.

Lanjut Gibran menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan sosialisasi secara online dengan memanfaatkan media sosial untuk memberikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan karena mobilitas teman-teman komunitas sangat tinggi sehingga waktu untuk memberikan sosialisasi secara offline sangat kecil kesempatannya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

2 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

2 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

2 days ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

2 days ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

2 days ago