“Walaupun Rojali tidak memiliki spot khusus, tetapi ajakan itu tetap ada. Karena mobilitas teman-teman ini cukup tinggi, jadi itu yang saling ajak yang satu dengan yang lain dengan sosial media,” jelas Gibran. Pada prinsipnya kata Gibran, HIV tidak seseram yang dibayangkan. Hanya saja masyarakat belum menerima HIV ini sebagai hal yang biasa saja berbeda dengan Covid yang harus ditakutkan.
“Ini adalah PR-nya kita untuk bisa menjelaskannya kepada masyarakat,” tandasnya. Lebih lanjut Dewan pengawas Komunitas Rojali itu mengatakan bahwa Rojali Papua pernah menyelenggarakan duta HIV-AIDS tingkat kota Jayapura. Dengan adanya duta itu, Rojali Papua berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
“Dari segi kampanye kita (Rojali) telah melakukan. Dan Rojali Papua ada dalam komunitas yang resmi dan punya legalitas,” pungkasnya. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…