

NA (19) pelaku pelaku pembunuhan seorang remaja berusia 18 tahun saat digiring dua anggota Polresta Jayapura Kota usai dihadirkan pada konferensi pers di Mapolresta Jayapura Kota, Rabu (24/8).(foto: Gamel/Cepos)
JAYAPURA-Polisi menjerat NA (19) dengan pasal berlapis setelah mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan hingga menewaskan seorang wanita muda yang hendak dikencaninya di salah satu hotel di pusat Kota Jayapura, Selasa (23/8) malam.
Ancaman pidana penjara seumur hidup karena unsur perencanaan juga di depan mata meskipun NA mengaku membawa pisau lantaran hanya untuk berjaga-jaga.
Alasan ini juga yang membuat Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Dr. Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si., sempat kesal, sebab dianggap hanya mengada-ngada. Apalagi ketika itu pelaku dalam pengaruh narkoba jenis ganja.
“Hanya beralasan saja jika mengatakan pisau ini untuk berjaga-jaga. Sebab pisau tersebut sengaja dibawa dan pelaku dipengaruhi ganja kemudian hanya memiliki uang Rp 100 ribu,” kata Kapolresta Victor Mackbon, Rabu (24/8).
Dari keterangan dan bukti yang ada, bisa ditarik kesimpulan bahwa pelaku memang tidak memiliki modal untuk bertransaksi seks namun memaksa dan menyiapkan alat yakni pisau. Sementara untuk saksi yang telah dilakukan pemeriksaan secara terpisah Kasat Reskrim, AKP Handry Bawiling menyebtukan sudah ada lima orang yang dimintai keterangan.
“Ada lima yang kami periksa termasuk karyawan hotel,” bebernya. Dari barang bukti yang diamankan polisi, menariknya ada boneka kesayangan korban yang selama ini tak pernah lepas dari korban. Jadi saat hendak bertransaksi seks di hotel, boneka itu dibawa serta. Sementara akibat penikaman yang dilakukan pelaku, boneka tersebut terlihat berlumuran darah.
Pelaku NA sendiri mengaku bukan kali pertama melakukan transaksi seks melalui aplikasi MeChat.
Pemuda beranak 1 ini mengaku sudah tiga kali dan selama itu juga ia bisa membayar. “Sudah tiga kali saya melakukan tranksasi wanita panggilan via online,” tutupnya. (ade/nat)
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…