Categories: BERITA UTAMA

Hidup Gelandangan, Satu Warga Pantai Gading Dideportasi

JAYAPURA– Hidup sebatangkara di Kota Jayapura sejak 2016, satu Warga Negara Asing (WNA) Pantai Gading berinisial KD (40) akhirnya pada 17 Oktober lalu diamankan oleh Otoritas Imigrasi Kelas I TPI Jayapura.  Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Ronni Fajar Purba mengatakan bahwa berdasarkan hasil operasi mandiri dan informasi dari masyarakat, pihaknya mengamankan KD.

Ini bermula pada, 16 Oktober 2024 malam, pihak Kantor Imigrasi mendapatkan informasi serta laporan dari masyarakat dan media sosial yang memperlihatkan KD sedang memukul dan berkelahi dengan seseorang. Pada vide tersebut dijelaskan jika ia merupakan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ). Tetapi setelah diteliti baik dan dilakukan tes kesehatan oleh otoritas Imigrasi Jayapura ternyata kondisi kesehatan KD masih normal atau tidak termasuk ODGJ.

Setelah itu pihak imigrasi juga melakukan pengecekan terhadap identitas lainnya dan ditemukan paspor jika KD berasal dari Pantai Gading. Paspor bernomor 10AA74110 ini habis masa berlakunya pada, 31 Mei 2016 lalu.

“Berdasarkan data-data tersebut, kami yakini bahwa orang asing tersebut sudah overstay disini atau sudah tinggal di Indonesia sudah melebihi waktu yang telah diizinkan,” ujarnya.

Lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut yang bersangkutan sebelum memasuki masa izin tinggalnya berakhir juga memiliki izin tinggal tetap (itap) yang dikeluarkan oleh kantor imigrasi Jakarta Barat.

Namun terhitung dari, 20 September 2019, paspor dan izin tinggal dari warga negara Pantai Gading tersebut telah habis masa berlakunya. Diketahui warga negara pantai gading tersebut sebelumnya adalah pemegang KITAP dan bekerja pada PT. Kouame Global Bussines International yang berlokasi di Jakarta Barat.

Ronni menjelaskan bahwa, adapun tujuan yang bersangkutan berada di Kota Jayapura pada tahun 2016 itu, untuk mengambangkan bisnis akan tetapi yang bersangkutan mengalami musibah kecurian barang-barang yang dibawa semuanya hilang tidak ada yang tersisa, sehingga memutuskan untuk tinggal dan menetap di Jayapura.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Penyerahan DPA Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2026

APBD Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp1.640.054.890.293,- (satu triliun enam ratus empat puluh miliar…

45 seconds ago

Bupati Gusbager Salurkan Berbagai Bantuan di Distrik Kaisenar

Diantaranya, membuka sekaligus menutup pelaksanaan musrenbang tingkat distrik se-Kabupaten Keerom, perencanaan pembangunan kantor Distrik, menyalurkan…

31 minutes ago

Satreskrim Polres Jayapura Lakukan Pengecekan Harga Sembako

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali menyampaikan bahwa pengecekan…

2 hours ago

Tokoh Gereja Katolik Apresiasi Gubernur Papua

Hal ini atas kepercayaan yang diberikan kepada putri asli Kabupaten Keerom, ELCI MEHO, S.STP., M.KP.,…

3 hours ago

Selain Guru Ngaji, Warga Minta Takmir Masjid Juga Diperhatikan

Jaya Kusuma yang juga merupakan anggota DPRP ini menilai, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial,…

4 hours ago

Semarak HUT ke-107, Damkar Jayapura Gelar Lomba dan Penguatan Skill

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jayapura, Septinus Ireeuw menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan…

5 hours ago