Categories: BERITA UTAMA

Jaga Keamanan Papua Butuh Kolaborasi

   Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di Papua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah provinsi seorang diri.

   Sebagai kepala daerah, Fakhiri mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab mengoordinasikan seluruh unsur Forkopimda agar dapat bekerja secara bersama-sama sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

   “Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh Gubernur sendiri. Kalau keamanan ada Bapak Pangdam, ada Bapak Kapolda. Kalau penegakan hukum ada Kapolda, ada Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan,” jelasnya.

   Menurut Fakhiri, komunikasi informal menjadi penting karena dalam pertemuan resmi terkadang terdapat sekat-sekat berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing lembaga. Karena itu, ruang komunikasi yang lebih terbuka dinilai dapat menjadi jembatan dalam mencari solusi terhadap persoalan Papua.

   Ia juga menyinggung berbagai sorotan publik terhadap TNI dan Polri yang kerap muncul melalui media sosial. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dikomunikasikan secara langsung agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.

   “Bicara Papua itu kita bicara keseluruhan, tidak bicara masing-masing instansi. Sebaiknya dengan acara-acara seperti ini menjembatani supaya persoalan Papua bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.

   Fakhiri mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur Forkopimda juga akan diarahkan untuk mendukung program pemerintah pusat di Papua. Terlebih, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemerintah provinsi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan dorong personelnya, kami dorong juga kolaboratifnya supaya program itu bisa berjalan dengan baik di Provinsi Papua,” katanya.

   Ia menambahkan, salah satu agenda yang akan didorong adalah membuka akses pembangunan di wilayah yang masih tertinggal, termasuk Waropen dan Mamberamo. Pemerintah Provinsi Papua, kata Fakhiri, akan berkolaborasi dengan TNI, Polri dan kementerian terkait untuk membuka akses jalan dari Jayapura menuju Mamberamo.

  “Kalau ini bisa terbuka, tentunya Mamberamo dan Waropen akan mulai tumbuh juga di garis yang terluar. Supaya yang tertinggal, terbelakang dan seterusnya ini tidak terjadi lagi di Papua,” tegasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

2 days ago

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

2 days ago

Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…

2 days ago

Gara-gara Asap, Pasien Sempat Dievakuasi

Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…

2 days ago

Libatkan 9 Dokter, Langkah Pertama Buat Saluran Pembuangan Feses

Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…

2 days ago

Ternyata Bukan dari Tepung Ubi, Pakar IPB Sebut Tepung Jagung

Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…

2 days ago