

Nurmila Nainin, atau akrab disapa Tapasya yang dilaporkan hilang sejak Senin (7/4). ( Foto/Ist)
Pakaian yang Digunakan Tapasya Berbeda dengan Jenasah di yang Ditemukan
JAYAPURA-Hingga kini, Nurmila Nainin, yang akrab disapa Tapasya, masih belum ditemukan. Meski belum ada kepastian mengenai keberadaannya, orang tua dari bocah 9 tahun itu tetap yakin bahwa anak mereka masih hidup.
“Saya tetap optimis anak saya masih sehat dan dalam keadaan baik-baik saja,” ujar Iriyanti, ibu kandung Tapasya, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Cenderawasih Pos, Selasa (21/4).
Tapasya sempat dikaitkan dengan temuan mayat tanpa kepala yang belum diketahui identitasnya. Jenasah perempuan ini ditemukan di perairan Teluk Youtefa, Holtekamp, Kota Jayapura pada Senin (14/4).
Namun, keluarga kesulitan memastikan identitas jenazah tersebut karena kondisi korban yang tidak utuh dimana sejumlah organ tubuhnya hilang. Selain itu, pakaian mayat itu berwarna hitam, sedangkan Tapasya terakhir terlihat mengenakan baju dan celana kuning. Hal ini membuat keluarga tidak yakin bahwa jenazah tersebut adalah Tapasya.
“Saat mayat itu ditemukan, perasaan saya tidak goyah. Tidak ada pikiran sedikit pun bahwa itu anak saya. Kami cek, mayat itu bercelana hitam, sementara sebelum Tapasya hilang dia mengenakan pakaian berbalut kuning,” tegas Iriyanti.
Ditanya mengenai hubungan dengan mantan suami (ayah kandung Tapasya), Iriyanti mengaku hubungan mereka baik-baik saja. Sang mantan suami kerap mengajak Tapasya jalan-jalan bahkan menginap di rumahnya.
“Sebelum Tapasya hilang, ayahnya sering membawanya jalan-jalan, bahkan beberapa kali menginap. Itu hal biasa antara orang tua dan anak,” jelasnya.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…