

Jan Jap Ormuseray (foto:Mboik cepos)
JAYAPURA-Indicator politik Indonesia belum lama ini telah melakukan survei di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Survey yang berlangsung pada periode 29 Januari 2024 sampai dengan 6 Februari 2024 tersebut dilaksanakan untuk memotret peluang dari bakal calon Bupati yang paling sering disebut-sebut namanya dikalangan masyarakat di Kabuputen Jayapura menjelang pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) tahun 2024 mendatang.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan, Populasi survey ini adalah seluruh warga Negara Indonesia di Kabupaten Jayapura yang telah memiliki hak pilih pada pemilihan kepala daerah tahun 2024, yaitu mereka yang telah berumur 17 tahun ke atas atau mereka yang telah menikah ketika survei dilakukan.
“Dalam survei ini jumlah sampel sebesar 400 orang responden, penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dengan asumsi metode sample random sampling, ukuran sampel basis 400 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ± 5 persen pada tinggkat kepercayaan 95 persen” kata Bawono Kumoro dalam rilis yang diterima media ini, Senin (22/4) kemarin.
Dikatakan, Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Kendali kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kendali kualitas ini tidak ditemukan kesalahan berarti.
“Survei indikator politik Indonesia kali ini menemukan dalam simulasi top of mind, nama Jan Jap Ormuseray memperoleh dukungan publik kedua tertinggi dengan elektabilitas sebesar 13,6 persen. Elektabilitas Jan Jap Ormuseray terpaut 1,2 persen saja dari Orgenes Kawai di posisi pertama dengan elektabilitas 14,8 persen.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…