

Marthen Kogoya ( FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA-Penyelesaikan masalah tenagara honorer di Papua nampaknya tidak semudah dibayangkan. Meski sudah mendapat 20.000 kuota yang diumumkan Kemenpan RB untuk diangkap sebagai Calon Aparatur Sipil Negara, namun ternyata penyelesaiaanya tidak segampang itu.
Nyatanya sampai dengan saat ini masih terdapat 7 kabupaten dan 1 kota yang belum memasukan data honorernya. Dengan demikian, pastinya Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini BKD Papua memiliki tugas ekstra untuk mengumpulkan data tersebut.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua, Marthen Kogoya menjelaskan pihaknya masih fokus menyelesaikan permasalahan honorer di Papua. Sebagian besar kabupaten sudah mengumpulkan data honorernya, yang belum sama sekali masih ada 7 kabupaten dan 1 kota, kami juga tidak tau kendala pastinya apa,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (23/3) kemarin.
Diakuinya, 7 Kabupaten tersebut adalah Kab. Tolikara, Kab. Mamberamo Raya, Kab.Mamberamo Tengah, Kab. Asmat, Kab. Dogiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Kota Jayapura.
Pihaknya sangat menyayangkan dari semua, Kota Jayapura belum memasukkan datanya, seharusnya Kota Jayapura menjadi contoh malah ini masih terlambat. “Kami harapkan dalam waktu dekat ini semua Kab/kota sudah memasukan datanya agar kami bisa melaporkan ke Menpan,” pungkasnya. (ana/tri)
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…