Categories: BERITA UTAMA

Pulang Cek Hasil CPNS, Staf Bawaslu Tewas Tertembak

JAYAPURA – Yahukimo bergejolak menyusul dua warga sipil diduga ditembak aparat, di sekitar Pasar Lama tepatnya depan Mako Polres Yahukimo, Jalan Jend Sudirman Km 1 Distrik Dekai, Selasa (20/8), sekira pukul 21:00 WIT.

Dari data yang diterima Cenderawasih Pos, akibat penembakan itu Tobias Silak (22) tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan pelipis kiri. Sementara Naro Nabla (17) mengalami luka tembak pada lengan sebelah kanan serta paha sebelah kanan dan dalam kondisi sadar.

Tobias kesehariannya bekerja di Bawaslu Yahukimo sebagai staf pendukung. Keluarga Korban, David Sabolim saat dikonfirmasi Cenderawasih menerangkan sebelum penembakan itu, Tobias sempat masuk kerja di Kantor Bawaslu dan pulang ke rumah sekira pukul 14:25 WIT. Bahkan, sempat bermain bola hingga kemudian pada pukul 17:50 WIT almarhum mencari informasi terkait penerimaan CPNS di penyedia voucher sekitar Sekla Dekai.

“Almarhum pulang usai mencari informasi terkait penerimaan CPNS tahun 2024, namun setiba di depan Pos Brimob ia tertembak,” ucap David saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos. Usai penembakan itu lanjut David, almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Namun nyawa alumni Universitas Malang itu tidak tertolong lagi. David mengatakan kematian Tobias diketahui pihak keluarga sekira pukul 21:10 WIT, setelah pihak rumah sakit tak bisa lagi menyelamatkan nyawanya.

Atas kematian Tobias, keluarga menegaskan bahwa almarhum adalah warga sipil yang setiap hari melalui jalur yang dijaga oleh pihak Brimob. Dan selama ini tidak pernah ada penangkapan maupun kecurigaan. Ia menyebut bahwa pelaku penembakan adakah oknum aparat dari Brimob. 

“Pihak Brimob menembak mati Tobias Silak. Kami keluarga dengan tegas menolak tuduhan dari keamanan bahwa almarhum dari arah kota menuju ke Jalan gunung. Namun Tobias dari Kios Novi yang 50 meter dari Pos Brimob tujuan pulang ke rumah,” tegasnya.

Atas penembakan tersebut, keluarga menegaskan bahwa almarhum adalah masyarakat sipil dan tidak tergabung dalam organisasi apapun sebagaimana yang dipublish aparat keamanan.

“Kami minta pecat anggota yang melakukan tindakan diluar kewenangan hukum serta meminta penegakan hukum seadil-adilnya terhadap pelaku penembakan,” kata David.

 Keluarga juga meminta Bupati Yahukimo untuk mencabut Pos Brimob yang ada di jalan masuk gunung. Sebab menurut mereka, kedatangan aparat bukan untuk melindungi tetapi membunuh manusia Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Presiden Prabowo Targetkan Satu Sekolah Unggulan di Tiap Provinsi

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan memperluas jaringan SMA Taruna Nusantara dan membentuk sedikitnya 20…

15 hours ago

Kematian Pasien di Rumah Sakit Bentuk Kejahatan Struktural

Kasus pertama terjadi pada November 2025, ketika almarhumah Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayi yang…

16 hours ago

Sistem Rujukan Tidak Boleh Persulit Pasien

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa pelayanan JKN menerapkan sistem berjenjang. Peserta…

17 hours ago

Dipalang, Siswa SD dan SMP Kampung Yoka Tak Belajar

Pemalangan kedua sekolah tersebut dilakukan oleh keluarga Mebri dan Wamblolo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk…

18 hours ago

Awan Cumulonimbus Picu Cuaca Ekstrem di Papua

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…

20 hours ago

Teken PKS Untuk Kelola RKUD dan Payroll Gaji

Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yembise, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting…

21 hours ago