Ditambahkan akademisi lainnya, Marinus Yaung bahwa ia mengapresiasi kedatangan Wapres ke Yahukimo dan daerah-daerah merah atau daerah konflik di senjata di Papua. “Wapres boleh kita asumsikan adalah simbol negara dan negara harus hadir di Papua dalam segala situasi dan kondisi, dan negara tidak perlu takut dan kalah terhadap semua teror dan ancaman kelompok sipil bersenjata,” cecarnya.
Yaung berharap kehadiran Wapres di Yahukimo bisa melihat langsung tantangan pembangunan di wilayah ini. “Mudah-mudahan bisa menjadi bahan usulan kepada Presiden Prabowo dan menteri keuangan agar dana otsus Papua bisa dinaikan lebih besar, dan nilai dana infrastuktur juga lebih ditingkatkan,” imbuhnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…
Kepala SSPG Jayawijaya Wamena, Wamena Kota Melkyas Tangkelangan, S.IP menyatakan Dapur MBG yang baru beroperasi…
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengatakan setelah SK 820 CASN formasi 2024-2025 diserahkan maka…
Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara…
Inovasi tersebut diluncurkan 21 Juli 2026, bertepatan dengan penyerahan 192 siswa baru. Aplikasi presensi…