Ditambahkan akademisi lainnya, Marinus Yaung bahwa ia mengapresiasi kedatangan Wapres ke Yahukimo dan daerah-daerah merah atau daerah konflik di senjata di Papua. “Wapres boleh kita asumsikan adalah simbol negara dan negara harus hadir di Papua dalam segala situasi dan kondisi, dan negara tidak perlu takut dan kalah terhadap semua teror dan ancaman kelompok sipil bersenjata,” cecarnya.
Yaung berharap kehadiran Wapres di Yahukimo bisa melihat langsung tantangan pembangunan di wilayah ini. “Mudah-mudahan bisa menjadi bahan usulan kepada Presiden Prabowo dan menteri keuangan agar dana otsus Papua bisa dinaikan lebih besar, dan nilai dana infrastuktur juga lebih ditingkatkan,” imbuhnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sejumlah OPD ambil bagian dalam kegiatan yang akan berlangsung 2 Mei 2026 tersebut. Bupati Merauke…
Kendati seluruhnya dibiayai oleh pemerintah dan tinggal di asrama, namun ternyata belum membuat anak-anak dimasukan…
Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dengan pesan yang lugas: mengakhiri budaya…
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke Keliopas Ndiken mengungkapkan, jumlah badan usaha di…
Kepolisian Sektor Mimika Baru (Miru) mulai menyasar lingkungan pendidikan dasar untuk menanamkan disiplin dan mencegah…
Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, menegaskan penyampaian hasil reses ini merupakan kewajiban konstitusional lembaga legislatif.…