Categories: BERITA UTAMA

Sepanjang 2023, TPNPB Serang TNI-Polri Sebanyak 21 Kali

Selian itu, permasalahan kesehatan muncul dari petugas kesehatan, diantaranya merupakan masalah lama yang belum diselesaikan seperti sejumlah perawat di RS Abepura yang belum dibayarkan haknya pada saat Covid-19.

Ada juga sejumlah aksi pembakaran terhadap fasilitas publik dan pribadi. Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian adalah penyanderaan pilot New Zealand tanggal 7 Pebruari 2023, hingga kini belum dibebaskan. Bahkan drama pembebasannya telah menelan banyak korban.

Dari data ALDP, sepanjang tahun 2023. Setidaknya ada 21 peristiwa penyerangan yang dilakukan TPNPB terhadap TNI-Prolri, dan 17 serangan dilakukan kepada masyarakat sipil dan fasilitas publik.

Pada konflik bersenjata ada 8 peristiwa pembakaran terhadap fasilitas publik (2 sekolah, 1 kantor distrik, 1 pesawat, 1 tower komunikasi, 1 perpustakaan, 1 gudang beras, 1 masjid) dan 6 pembakaran lainnya (14 rumah, 4 kios, dan 25 ruko). Sehingga total aksi pembakaran ada 14 peristiwa.

Data ALDP juga menunjukan setidaknya ada 20 korban TNI yang meninggal dan 4 orang luka tembak menurut klaim yang dikeluarkan oleh pihak TNI, sementara menurut klaim TPNPB ada 48 orang anggota TNI yang meninggal dunia. Perbedaan jumlah ini terjadi karena adanya perbedaan jumlah korban pada 3 peristiwa (Mugi-Mam, Dekai dan Paro) yang menurut pihak TNI korban jiwanya tidak sebanyak yang diklaim oleh KKB.

“Ada juga 3 peristiwa (kali I, Purume, dan Jambul) yang menurut TPNPB korban jiwanya adalah anggota intelijen TNI. Tetapi menurut TNI, korban tersebut adalah masyarakat sipil,”

Sedang korban jiwa Polisi sebanyak 5 orang dan korban luka sebanyak 31 orang. sementara korban jiwa sipil setidaknya berjumlah ada 30 sampai 41 orang. Ada 11 korban yang diklaim TPNPB sebagai intelijen namun dibantah oleh TNI dan Polri .

Adapun korban luka sipil sebanyak 73 orang, 1 warga negara asing yang disandera, 436 penduduk yang mengungsi dan dievakuasi dampak langsung dari aksi kekerasan dan konflik bersenjata.

Setidaknya ada 2 sekolah, 1 kantor distrik, 1 gudang beras,1 pesawat, 1 tower komunikasi semuanya dibakar, 1 pesawat ditembaki. Terdapat 15 rumah dan 4 bangunan kios dibakar serta 1 pucuk Senjata SS direbut.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Miliki Cita Rasa Khas, Pengembangan Kopi Papua Diminta DiperkuatMiliki Cita Rasa Khas, Pengembangan Kopi Papua Diminta Diperkuat

Miliki Cita Rasa Khas, Pengembangan Kopi Papua Diminta Diperkuat

   Menurut dia, pengembangan kopi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga harus dilakukan…

12 hours ago

Optimalisasi Retribusi untuk Perkuat Kemandirian Anggaran

  Rustan mengatakan, pengelolaan dan optimalisasi PAD Kota Jayapura hingga saat ini masih perlu ditingkatkan.…

13 hours ago

Uncen dan UOG Luncurkan Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Adat

   Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) untuk membangun Ekosistem Pendidikan Kepemimpinan, Pengelolaan…

13 hours ago

Uncen Tegaskan Batasan Pemanfaatan Teknologi bagi Civitas Akademika

   Pembukaan PKKMB 2026 diselenggarakan secara hibrida dari Auditorium Uncen. Sebanyak 450 mahasiswa hadir secara…

14 hours ago

KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Iklan BJB

Mereka masing-masing di antaranya Widi Hartoto, selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2020-2024;…

15 hours ago

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

4 days ago