

Frits Ramandey ( Frits :Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyampaikan bahwa pihaknya dihubungi oleh Egianus Kogoya untuk memberikan klarifikasi terkait kasus kematian aktifis Michele Kurisi.
Egianus menyampaikan bahwa ia ingin mengetahui siapa saja pelaku yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebab hingga kini dikatakan tak ada instruksi untuk menghabisi Michele Kurisi sehingga ia ingin memastikan jika pelaku pembunuhan bukan dari kelompoknya.
“Jadi pihak Egianus menghubungi kami dan meminta penjelasan siapa saja pelaku yang sudah ditangkap. Mereka menolak disebut sebagai pelaku sebab memang tidak ada perintah untuk itu,” kata Frits di ruang kerjanya, Kamis (19/10). Apalagi jika melihat aksi – aksi yang dilakukan selama ini, KKB tak pernah menyembunyikan korban – korban yang sudah dieksekusi.
Setelah dieksekusi biasanya korban dibiarkan begitu saja dan tidak dipindahkan apalagi disembunyikan sehingga berbeda dengan Michele Kurisi yang ditemukan dengan posisi yang sudah dipindahkan kemudian berusaha disembunyikan.
“Jadi penjelasan Egianus seperti itu, bukan mereka yang membunuh Michele,” tambahnya. Menurut Frits, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan ibu dari almarhum untuk mendengarkan apa saja informasi lain yang terjadi sebelum kejadian.
“Kami masih berkoordinasi juga dengan Kodam XVII Cenderawasih dan kami berterimakasih karena selama ini Kodam sangat responsif termasuk usaha Polda untuk mengungkap pada pelakunya,” tutup Frits. (ade/wen)
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…