Setiyo Wahyudi (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menyebut bahwa tantangan gizi di Papua khususnya stunting masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan kerja sama dan perhatian serius. Banyak ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan layanan gizi yang optimal, baik dari segi kualitas, keberlanjutan, maupun akses.
Hal ini terungkap saat pengukuhan Pokja Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua dan soft launching penandatanganan MoU para yayasan pengelola dapur MBG dengan Yayasan Mitra UNICEF, di Jayapura, Rabu (20/8).
Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi menyampaikan, oleh karena itu, kehadiran Pokja MBG menjadi penting sebagai wada koordinasi lintas sektor untuk memastikar program MBG berjalan terarah, terintegrasi dar tepat sasaran.
“Kerja sama yang digagas hari ini untuk memperbaik kualitas dapur serta meningkatkan mutu pelaksanaan program MBG di Papua,” kata Setiyo.
Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat mewujudkan dapur yang memenuhi standar higienitas dari keamanan pangan, memastikan menu yang disajikan bergizi seimbang, memanfaatkan bahan pangan lokal, serta memperkuat kapasitas pengelola dapur agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan berkelanjutan.
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…