

Setiyo Wahyudi (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menyebut bahwa tantangan gizi di Papua khususnya stunting masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan kerja sama dan perhatian serius. Banyak ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan layanan gizi yang optimal, baik dari segi kualitas, keberlanjutan, maupun akses.
Hal ini terungkap saat pengukuhan Pokja Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua dan soft launching penandatanganan MoU para yayasan pengelola dapur MBG dengan Yayasan Mitra UNICEF, di Jayapura, Rabu (20/8).
Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi menyampaikan, oleh karena itu, kehadiran Pokja MBG menjadi penting sebagai wada koordinasi lintas sektor untuk memastikar program MBG berjalan terarah, terintegrasi dar tepat sasaran.
“Kerja sama yang digagas hari ini untuk memperbaik kualitas dapur serta meningkatkan mutu pelaksanaan program MBG di Papua,” kata Setiyo.
Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat mewujudkan dapur yang memenuhi standar higienitas dari keamanan pangan, memastikan menu yang disajikan bergizi seimbang, memanfaatkan bahan pangan lokal, serta memperkuat kapasitas pengelola dapur agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…