

Setiyo Wahyudi (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menyebut bahwa tantangan gizi di Papua khususnya stunting masih menjadi pekerjaan besar yang memerlukan kerja sama dan perhatian serius. Banyak ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan layanan gizi yang optimal, baik dari segi kualitas, keberlanjutan, maupun akses.
Hal ini terungkap saat pengukuhan Pokja Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua dan soft launching penandatanganan MoU para yayasan pengelola dapur MBG dengan Yayasan Mitra UNICEF, di Jayapura, Rabu (20/8).
Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi menyampaikan, oleh karena itu, kehadiran Pokja MBG menjadi penting sebagai wada koordinasi lintas sektor untuk memastikar program MBG berjalan terarah, terintegrasi dar tepat sasaran.
“Kerja sama yang digagas hari ini untuk memperbaik kualitas dapur serta meningkatkan mutu pelaksanaan program MBG di Papua,” kata Setiyo.
Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat mewujudkan dapur yang memenuhi standar higienitas dari keamanan pangan, memastikan menu yang disajikan bergizi seimbang, memanfaatkan bahan pangan lokal, serta memperkuat kapasitas pengelola dapur agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan berkelanjutan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…
Data yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, hingga email, dan disebarkan di…
Pernyataan tersebut merespons ramainya ide netizen mengenai gagasan masyarakat ‘membeli’ hutan, yang mencuat setelah banjir…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…