Pemerintah melalui berbagai kebijakan, seperti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong penguatan intervensi gizi melalui model penyediaan makanan sehat yang terstandar.
Dalam konteks Papua, dapur komunitas menjadi solusi yang relevan dan adaptif. Konsep ini memanfaatkan fasilitas masak yang dikelola oleh masyarakat atau lembaga lokal untuk menyiapkan menu bergizi dengan bahan pangan yang tersedia di daerah, sambil memberdayakan kader kesehatan, kelompok perempuan, dan pelaku UMKM lokal.
Selain lebih dekat dengan sasaran, dapur komunitas juga memungkinkan pemantauan langsung terhadap kualitas makanan dan keamanan pangan. Namun, efektivitas model ini sangat bergantung pada kapasitas fasilitator di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. (fia/ade)
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…
- Sat Narkoba dan Polsek Wamena Kota menemukan sebuah ladang berukuran panjang 4 Meter dan…
Mengingat negara-negara demokrasi maju telah memiliki regulasi serupa, Indonesia dinilai sangat membutuhkan aturan hukum…