Categories: BERITA UTAMA

Billy Mambrasar Temui Beberapa Kementrian Terkait Mencari Sulusi

 JAYAPURA-Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi dan Pendidikan,  Billy Mambrasar turut berupaya mencari solusi terbaik dari masalah ini.

Billy kepada Cenderawasih Pos, melalui pesan Whats Appnya, Selasa, (20/6). mengatakan bahwa pihaknya telah berupayah bertemu dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Dirjen Keuangan Daerah dan meminta agar uang anak-anak tersebut ditransfer.

“Saya didampingi oleh anggota Badan Percepatan Pembangunan Papua, Bapak Pendeta Albert Yoku dari pertemuan tersebut, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri menyatakan bahwa uang beasiswa anak-anak Papua telah ditransfer oleh Pemerintah Pusat ke daerah, sebanyak 122 Milyar rupiah,” katanya, Selasa, (20/6).

Gracia Josaphat Jobel Mambrasar yang lebih di kenal dengan nama Billy Mambrasar itu juga mengatakan bahwa Menurut informasi dari Dirjen Keuda, dari dana tersebut Rp 68 milliar sudah ditransfer oleh Pemda ke anak-anak penerima beasiswa.

“Sementara sebesar Rp 54 Miliar  lagi belum ditransfer oleh Pemda ke anak-anak penerima beasiswa mungkin masih ada kendala data, administrasi, atau teknis lainnya,” katanya.

  Dikatakan Pendiri Yayasan Kitong Bisa itu bahwa dirinya  akan berusaha keras membantu baik Pemerintah Pusat, maupun pemerintah daerah, untuk mencari solusi terbaik.

“Kami mohon dukungan doanya karena saya akan terus berjuang untuk Papua dan anak-anak Papua,”katanya.

  Sebagai salah satu senior anak Papua yang  telah menjalani studi di Universitas Oxford, itu berharap agar generasi mudah Papua agar terus belajar dan belajar mengejar masa depan dalam kondisi apa pun.

“Buat adik-adikku, teruslah semangat belajar yah, jangan menyerah, Tuhan pasti akan buka jalan untuk kita semua, mari saling support, cari solusi terbaik, dan tetap berdoa,” ujar Billy.

Perlu di ketahui bahwa sebelumnya Mahasiswa Papua trancam berhenti kuliah akibat masalah data beasiswa Otsus.

Dimana para mahasiswa Papua, yang berkuliah di dalam dan luar negeri, terancam berhenti kuliah, bahkan ada pula yang dikeluarkan dari sekolah akibat ketidaksesuaian data beasiswa otsus (otonomi khusus Papua).Badan mahasiswa global asal Papua, The International Alliance of Papuan Students Association Overseas (IAPSAO), mendesak pemerintah Provinsi untuk mencari jalan keluar, perihal status beasiswa bagi mahasiwa yang sedang aktif, baik di dalam dan di luar negeri. (fia/oel).

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

20 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

21 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

21 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

22 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

22 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

23 hours ago