Setelah dilakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, otopsi, serta tes DNA yang mencocokkan identitas korban dengan orang tua kandungnya, penyidik akhirnya memastikan bahwa pelaku pembunuhan adalah Muslimin.
Adapun motif pelaku didasari oleh rasa kesal terhadap istrinya yang merupakan ibu kandung korban. Sang istri disebut sering pergi dan meninggalkan korban di rumah, sehingga Muslimin merasa terbebani karena harus mengasuh anak tirinya seorang diri.
“Pelaku mengaku lelah dan kesal mengurus korban sendirian. Karena emosi dan kelelahan tersebut, ia kemudian melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” beber Kapolresta, AKBP Fredrickus.
Atas perbuatannya, Muslimin ditetapkan tersangka Tindak Pidana Pembunuhan Berencana atau kekerasan fisik terhadap anak yang mengakibatkan korban meniggal dunia. Muslimin dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara,” tutup AKBP Fredrickus (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…
Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara,…