Jika dikatakan semua sudah melalui proses, Boy justru bertanya Baperjakat menilai proses yang dimaksud seperti apa sebab pihaknya mendapati ada yang belum mengikuti Diklat tapi menduduki jabatan.
“Harusnya jenjang itu dilakukan jadi ketika memimpin ia sudah memiliki gambaran untuk bisa memimpin. Bukan main asal taro lalu porsi kami Tabi Saireri ada dimana?,” sindirnya.
“Semangat pemekaran adalah memberi ruang seluas – luasnya bagi masing – masing sumber daya manusia di wilayahnya masing – masing agar ada percepatan pembangunan yang dilakukan oleh anak – anak daerah setempat.
“Kami balik bertanya sebab ini seolah – olah di Papua tidak anak Tabi – Saireri yang bisa menduduki jabatan eselon ini sehingga menggunakan dari luar,” tegasnya. Disini Boy juga meminta agar oknum yang sudah dilantik dan dicurigai bermasalah sebaiknya tidak dipaksakan untuk menjabat.
“Nanti akan mempengaruhi kinerja, lihat saja kemarin protes dari ASN di Dinsos dan jika itu dipaksakan pasti kinerja pegawai jadi malas – malasan karena pimpinannya memiliki catatan masalah jadi sekali lagi kami pertanyakan kinerja baperjakat dan meminta dilakukan revisi kembali,” tutup Boy. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Denny menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan Dana Tambahan Otsus melalui program-program yang…
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari dalam kegiatan…
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan penguatan konektivitas menjadi salah satu perhatian…
Menjelaskan situasi di lapangan, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi pemalangan, Kamus Bayage, menegaskan bahwa penutupan…
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rudi Aibesa, S.KM. M.Kes membenarkan jika ada surat yang dikeluarkan oleh…
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRK Tolikara, Meinus W. Yanengga, S.IP., bersama anggota DPRK Tolikara dalam…