‘Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,”ungkap Kombes Pol. Adarma. Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas kejadian ini. TPN menyatakan jika korban adalah bagian dari intelijen.
“Ia (korban) bagian dari intelejen yang berkaitan dengan lokasi penambangan emas, ” singkat Sebby. Sebby menambahkan eksekusi tersebut dilakukan oleh Komandan Batalion Kanibal, Mayor Beres Murup bersama Kalep Murup dan Kodo Urun setelah melakukan interogasi terhadap agen intelejen. “Dalam interogasi tersebut, kami berhasil menyita dua unit karena drone, tiga unit kamera CCTV dan sebuah HT, juga satu unit hp satellite,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…