‘Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,”ungkap Kombes Pol. Adarma. Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas kejadian ini. TPN menyatakan jika korban adalah bagian dari intelijen.
“Ia (korban) bagian dari intelejen yang berkaitan dengan lokasi penambangan emas, ” singkat Sebby. Sebby menambahkan eksekusi tersebut dilakukan oleh Komandan Batalion Kanibal, Mayor Beres Murup bersama Kalep Murup dan Kodo Urun setelah melakukan interogasi terhadap agen intelejen. “Dalam interogasi tersebut, kami berhasil menyita dua unit karena drone, tiga unit kamera CCTV dan sebuah HT, juga satu unit hp satellite,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…