‘Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,”ungkap Kombes Pol. Adarma. Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas kejadian ini. TPN menyatakan jika korban adalah bagian dari intelijen.
“Ia (korban) bagian dari intelejen yang berkaitan dengan lokasi penambangan emas, ” singkat Sebby. Sebby menambahkan eksekusi tersebut dilakukan oleh Komandan Batalion Kanibal, Mayor Beres Murup bersama Kalep Murup dan Kodo Urun setelah melakukan interogasi terhadap agen intelejen. “Dalam interogasi tersebut, kami berhasil menyita dua unit karena drone, tiga unit kamera CCTV dan sebuah HT, juga satu unit hp satellite,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 berhasil mengamankan lima orang yang diduga menjadi penghubung sekaligus…
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda, bersama Wakil Bupati Jayapura Haris R. Yocku serta…
Saat razia berlangsung, petugas memberhentikan sebuah kendaraan jenis Mitsubishi Triton berwarna silver dengan nomor polisi…
Hal itu pun disampaikan Rismon setelah menemui Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat,…
Hasil ini mengukuhkan Persido Dogiyai sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Persemi…
Menurut Yunus Wonda, sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang sangat penting dalam menyediakan data…