‘Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,”ungkap Kombes Pol. Adarma. Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyatakan pihaknya bertanggungjawab atas kejadian ini. TPN menyatakan jika korban adalah bagian dari intelijen.
“Ia (korban) bagian dari intelejen yang berkaitan dengan lokasi penambangan emas, ” singkat Sebby. Sebby menambahkan eksekusi tersebut dilakukan oleh Komandan Batalion Kanibal, Mayor Beres Murup bersama Kalep Murup dan Kodo Urun setelah melakukan interogasi terhadap agen intelejen. “Dalam interogasi tersebut, kami berhasil menyita dua unit karena drone, tiga unit kamera CCTV dan sebuah HT, juga satu unit hp satellite,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…