Karena itu, Alberth mendorong agar pemerintah, termasuk gubernur, tidak serta-merta menerima program dari pusat tanpa kajian mendalam. “Setiap program harus dilihat dampaknya bagi masyarakat. Apakah kereta api ini memang urgen untuk Papua. Jangan sampai hanya jadi rencana besar, tapi tidak realistis,” katanya.
Ia menambahkan, anggaran besar yang direncanakan untuk pembangunan kereta api akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk meningkatkan kualitas jalan yang sudah ada, seperti pengaspalan maupun pembangunan rigid pavement agar lebih stabil. “Kalau anggaran itu digunakan untuk memantapkan jalan, saya yakin dampaknya lebih langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Alberth tidak menolak sepenuhnya rencana tersebut. Ia mempersilakan pemerintah melakukan kajian dan perencanaan, namun harus disertai perhitungan matang, termasuk kebutuhan anggaran, waktu pembangunan, serta kesiapan sosial masyarakat. “Silakan direncanakan, tapi harus jelas berapa anggarannya, berapa lama dibangun, dan apakah realistis bisa terwujud. Itu yang harus dihitung,” tandasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…
“Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…