Categories: BERITA UTAMA

Sebaiknya Benahi Dulu Infrastruktur yang Ada

Komisi IV Terkait Rencana Menghadirkan Transportasi Kereta Api

JAYAPURA–Rencana pemerintah pusat membuka akses kereta api di Provinsi Papua mendapat catatan dari anggota DPR Papua. Anggota Komisi IV DPR Papua, Alberth Merauje, menilai program menghadirkan kereta api di Papua sejatinya bagus namun nanti setelah semua sistem, armada dan infrastruktur transportasi disiapkan sesuai harapan masyarakat. Albert melihat tersebut masih terlalu jauh untuk direalisasikan, mengingat sejumlah persoalan dasar infrastruktur di Papua belum sepenuhnya tertangani.

Menurut Alberth, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pembenahan infrastruktur jalan yang saat ini sudah ada, khususnya ruas-ruas dalam program Trans Papua yang belum mantap. “Kalau memang pemerintah pusat serius membangun infrastruktur di Papua, sebaiknya fokus dulu pada peningkatan jalan. Banyak ruas yang sudah dibuka, tetapi belum dimantapkan,” ujarnya di Jayapura, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, kondisi topografi Papua yang didominasi pegunungan menjadi tantangan utama dalam pembangunan jalur kereta api. Sekitar 70 persen wilayah Papua merupakan daerah pegunungan, sehingga dinilai tidak ideal untuk pembangunan rel kereta konvensional. “Topografi kita ini berat, sebagian besar gunung. Kalau dipaksakan bangun kereta api, biayanya sangat besar dan teknisnya sulit. Harus belah gunung atau buat konstruksi khusus,” katanya.

Alberth bahkan menilai, jika ingin membangun moda transportasi di wilayah pegunungan, konsep seperti kereta gantung dinilai lebih realistis dibandingkan kereta api darat. Selain faktor geografis, ia juga menyoroti potensi persoalan baru yang bisa muncul, seperti dampak terhadap sumber daya alam serta pembebasan lahan yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat adat.

“Kalau kita bor gunung, kita tidak tahu potensi di dalamnya, apakah ada gas atau mineral. Itu bisa jadi masalah baru. Belum lagi soal pembebasan lahan dan hak ulayat, jangan sampai ke depan muncul konflik,” tegasnya. Ia mencontohkan, hingga kini masih terdapat sejumlah ruas jalan yang pembebasan lahannya belum tuntas, seperti akses menuju Depapre. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa penyelesaian infrastruktur dasar masih perlu perhatian serius.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

15 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

16 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

17 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

18 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

19 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

23 hours ago