Categories: BERITA UTAMA

Korban Penikaman KKB di Yahukimo Menjalani Perawatan Intensif

JAYAPURA– Wanita korban penikaman yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap Yahukimo hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tersebut terjadi di Dekai pada Selasa (17/2).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kamis (19/2), memastikan kondisi korban dalam keadaan stabil meski masih membutuhkan perawatan medis.

“Kondisinya aman, namun masih menjalani perawatan di RSUD Dekai akibat luka tusuk yang dilakukan oleh orang tak dikenal yang diduga KKB Kodap Yahukimo,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (19/2).

Pihak kepolisian, lanjutnya, saat ini terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku kekerasan tersebut. Aparat gabungan disebut masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Dalam perkembangan situasi keamanan di Yahukimo, aparat juga menyoroti adanya propaganda dari kelompok bersenjata yang mengancam akan menyerang pegawai yang beraktivitas di perkantoran wilayah tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Kombes Yusuf menegaskan komitmen mereka untuk tetap melakukan penegakan hukum secara tegas. Meski demikian, polisi menekankan bahwa setiap tindakan tetap mengedepankan prosedur hukum dan berbasis data.

“Kita melakukan penegakan hukum. Kita tidak bisa asal tangkap atau asal tembak. Semua berdasarkan data dan proses penyidikan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa intensitas penyerangan di Yahukimo belakangan ini meningkat, termasuk kasus penembakan terhadap dua orang sopir di kawasan KM 7 Logpon. Namun untuk perkembangan pengejaran kasus tersebut, ia menyebut masih dalam tahap penyelidikan. “Masih lidik,” singkatnya.

Aparat juga mengakui adanya tantangan dalam proses identifikasi pelaku di wilayah Papua, termasuk di Yahukimo. Menurutnya, para pelaku kerap berbaur dengan masyarakat sehingga memerlukan proses profiling yang cermat dan berbasis bukti tindak pidana.

Ia menegaskan bahwa aparat tidak dapat melakukan penindakan tanpa dasar hukum yang kuat. Setiap penangkapan, katanya, dilakukan berdasarkan data dan rekam jejak keterlibatan dalam tindak pidana.

“Kita punya data tindak pidana yang sudah dilakukan. Jadi kita berani menangkap karena ada dasar hukumnya. Semua by data dan melalui proses penyidikan,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kelompok tersebut bukan bagian dari angkatan perang resmi, melainkan warga sipil yang melakukan tindak pidana bersenjata. Karena itu, pendekatan yang dilakukan adalah penegakan hukum, bukan operasi militer terbuka.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kapolres Gelar Buka Puasa Bersama Media, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

“Kita berkumpul pada sore hari ini untuk lebih mendekatkan diri dan saling mengenal. Ada beberapa…

54 minutes ago

Polsek Bandara Sentani Bagikan 600 Takjil kepada Anak-anak Panti Asuhan

Pihaknya berkeinginan menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan…

2 hours ago

Istiqomah Jadi Indikator Keberhasilan Membina Spiritual di Bulan Ramadan

“Allah SWT telah mewanti-wanti kita dalam Quran Surat An-Nahl ayat 92, jangan sampai kita seperti…

3 hours ago

Tingkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kehidupan Sosial

Safari Ramadhan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang hadir bersama unsur Forum…

4 hours ago

Fokus Patroli di Titik-titik Rawan hingga Lokasi Ibadah

Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, Kompol I Nengah S. Gapar, mengatakan patroli rutin terus ditingkatkan,…

5 hours ago

Wali Kota Ajak Warga Selamatkan Generasi Muda

Wali Kota menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain pengaruh lingkungan pergaulan,…

6 hours ago